CFD Bungo Jadi Ladang Rezeki, Pedagang Cilor Raup Penghasilan Tambahan

Minggu, 06 September 2026 - 12:36:46 WIB - Dibaca: 216 kali

Pedagang cilor, Arjuna, sedang menyiapkan dagangannya saat kegiatan Car Free Day (CFD) di Kabupaten Bungo, Minggu (6/9/2026). Foto: Saudi
Pedagang cilor, Arjuna, sedang menyiapkan dagangannya saat kegiatan Car Free Day (CFD) di Kabupaten Bungo, Minggu (6/9/2026). Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO — Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kabupaten Bungo, Minggu (6/9/2026), tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas bersama, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pergerakan ekonomi warga.

Sejumlah pelaku usaha memanfaatkan ramainya kawasan CFD untuk berjualan, mulai dari makanan, minuman hingga berbagai jajanan yang menjadi pilihan masyarakat. Salah satunya Mas Arjuna, pedagang cilor goreng yang terlihat melayani pembeli di tengah aktivitas warga.

Arjuna mengaku usaha cilor tersebut menjadi salah satu cara untuk memanfaatkan momentum keramaian yang tercipta saat kegiatan Car Free Day maupun Car Free Night.

Berbeda dengan pedagang yang berjualan setiap hari, Arjuna memilih berjualan cilor hanya pada momentum tertentu, yakni saat Car Free Day dan Car Free Night. Menurutnya, keramaian pada kedua kegiatan tersebut memberikan peluang tersendiri bagi usaha kecil seperti miliknya.

“Lumayan,” ujar Arjuna ketika ditanya mengenai penghasilannya dari berjualan cilor.

Namun, saat ditanya lebih lanjut mengenai besaran pendapatan yang diperoleh dalam sekali berjualan, Arjuna enggan menyebutkan nominalnya.

Dari pantauan di lokasi, Arjuna menawarkan sejumlah varian cilor goreng kepada pengunjung. Gerobak dagangannya juga dilengkapi etalase berisi bahan makanan yang siap diolah, sementara aktivitas transaksi berlangsung di tengah kawasan yang dipadati warga.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan publik yang menghadirkan kerumunan masyarakat dapat menciptakan peluang ekonomi bagi sektor usaha mikro. Ketika jumlah pengunjung meningkat, kebutuhan terhadap makanan dan minuman ikut tumbuh sehingga membuka ruang bagi pedagang untuk memperoleh tambahan pendapatan.

Bagi pelaku usaha kecil, momentum seperti CFD menjadi kesempatan untuk mendapatkan konsumen dalam waktu relatif singkat. Selain berjualan, kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang bagi pedagang untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat.

Perputaran transaksi dari pedagang makanan dan minuman secara tidak langsung turut menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi kegiatan. Hal ini membuat CFD tidak hanya memiliki fungsi sosial dan rekreasi, tetapi juga memberi ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi.

Pelaksanaan CFD di Bungo dengan demikian memberikan manfaat ganda. Masyarakat mendapatkan ruang untuk berolahraga dan berkumpul, sementara pelaku usaha kecil memperoleh kesempatan memanfaatkan tingginya aktivitas warga sebagai peluang menambah penghasilan.

Bagi Arjuna dan pedagang lainnya, keramaian CFD dan Car Free Night menjadi peluang untuk terus menjalankan usaha, meski hanya pada waktu-waktu tertentu.

“Kalau kegiatan seperti ini ramai, kami pedagang kecil ikut terbantu. Masyarakat datang untuk olahraga dan menikmati suasana, sementara kami punya kesempatan untuk berjualan dan menambah penghasilan. Mudah-mudahan kegiatan seperti CFD dan Car Free Night terus ada dan semakin ramai,” katanya. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA