BMKG Prediksi Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Jambi 10-11 September, Asap Berpotensi Berkurang

Rabu, 09 September 2026 - 11:29:46 WIB - Dibaca: 86 kali

Jaya Martua Sinaga, ketua tim data dan informasi BMKG sultan taha Jambi. Foto?: Dok. RRI jambi
Jaya Martua Sinaga, ketua tim data dan informasi BMKG sultan taha Jambi. Foto?: Dok. RRI jambi ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Thaha Jambi memprediksi hujan berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Jambi pada 10 hingga 11 September 2026.

Potensi hujan ini diharapkan dapat membantu mengurangi asap dan memperbaiki kualitas udara, khususnya di Kota Jambi yang saat ini berada dalam kategori sangat tidak sehat.

Dikutip dari RRI, Selasa (8/9/2026), Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Sultan Thaha Jambi, Jaya Martua Sinaga, menyebut potensi hujan terutama berada di wilayah Jambi bagian timur dan tengah.

Namun, hujan diperkirakan tidak turun secara merata dan terus-menerus karena bersifat sporadis atau lokal.

"Hujan berpeluang terjadi pada sore hingga malam hari dengan intensitas yang diharapkan berada pada kategori ringan," kata Jaya.

Potensi hujan tersebut menjadi harapan di tengah kondisi udara Kota Jambi yang masih dipengaruhi asap. Pemantauan terbaru menunjukkan konsentrasi PM2,5 telah berada di atas 200 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori sangat tidak sehat.

"Pemantauan terbaru menunjukkan konsentrasi PM2,5 telah berada di atas 200 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori sangat tidak sehat," katanya.

Asap juga masih terpantau di Kota Jambi dengan jarak pandang berkisar 1.000 hingga 5.000 meter.

Selain membantu membersihkan partikulat di udara, hujan diharapkan dapat meningkatkan jarak pandang dan mengurangi kondisi kering yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meski terdapat peluang hujan, masyarakat tetap diminta waspada. Sebab, September masih menjadi periode puncak musim kemarau di Provinsi Jambi.

"Meski ada peluang hujan, masyarakat tetap diminta waspada karena September masih menjadi periode puncak musim kemarau di Provinsi Jambi," ujarnya. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA