Harga Cabai Jadi Sorotan, Lonjakan IPH Merangin Tekan Daya Beli

Rabu, 23 September 2026 - 14:22:38 WIB - Dibaca: 28 kali

Ilustrasi cabai merah di pasar yang menggambarkan tekanan kenaikan harga dan pasokan komoditas pangan. Foto: Saudi
Ilustrasi cabai merah di pasar yang menggambarkan tekanan kenaikan harga dan pasokan komoditas pangan. Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN – Pergerakan harga pangan di Kabupaten Merangin kembali menjadi perhatian menyusul kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH). Komoditas cabai menjadi salah satu yang mendapat sorotan karena kenaikan harganya berpotensi ikut mendorong tekanan inflasi di daerah.

Kondisi tersebut berkaitan erat dengan ketersediaan stok, kelancaran distribusi, hingga pasokan dari sentra produksi. Ketika pasokan tidak seimbang dengan kebutuhan pasar, harga cabai cenderung bergerak naik dan berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.

Pembahasan mengenai kondisi harga pangan dan pasokan cabai berlangsung dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah di Merangin, Rabu (23/9/2026). Salah satu perhatian utama dalam pembahasan tersebut adalah mencari penyebab kenaikan harga cabai di tingkat pasar.

Staf Ahli Bupati Merangin Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Hendri Widodo, mengatakan perlu dilakukan pemetaan terhadap rantai pasok, ketersediaan stok serta jalur distribusi cabai.

Menurutnya, informasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah stabilisasi harga agar kenaikan komoditas pangan tidak semakin menekan daya beli masyarakat.

"Langkah antisipatif ini sangat penting agar kenaikan harga cabai tidak makin membebani daya beli masyarakat. Kita akan berkoordinasi erat antar-OPD untuk memastikan stok cabai di Merangin tetap aman dan harganya kembali stabil," kata Hendri. (sab)





BERITA BERIKUTNYA