Danau Depati IV Masuk Tiga Besar API Awards 2026, Peluang Ekonomi Warga Merangin Terbuka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:53:46 WIB - Dibaca: 121 kali

Danau Depati IV. Foto: Saudi
Danau Depati IV. Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN – Danau Depati IV di Desa Rantau Kermas, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Jambi, masuk tiga besar nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2026 kategori Destinasi Baru. Capaian ini membuka peluang pengembangan pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan tersebut.

Berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), danau seluas kurang lebih 271 hektare ini menawarkan pemandangan hamparan air tawar, perbukitan hijau, serta udara sejuk yang menjadi daya tarik wisatawan.

Masuknya Danau Depati IV dalam tiga besar nominasi API Awards 2026 menjadi kesempatan untuk memperluas promosi wisata Merangin ke tingkat nasional. Pengakuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.

Dodi Serampas, salah satu penggiat yang mempromosikan potensi kampung halamannya, mengatakan dua kategori yang diajukan Kabupaten Merangin dalam ajang tersebut berhasil masuk tiga besar.

“Alhamdulillah, dua kategori yang kita ajukan di API Awards 2026 semuanya masuk tiga besar dan diundang langsung untuk menghadiri malam puncak penerimaan penghargaan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah,” kata Dodi, Kamis (15/10/2026).

Malam puncak API Awards 2026 dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada 17 November 2026.

Di balik pencapaian tersebut, pengembangan Danau Depati IV dinilai memiliki potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, mulai dari usaha kuliner, penginapan, transportasi lokal, jasa pemandu wisata, hingga penjualan produk kerajinan dan hasil perkebunan.

Penggiat wisata Merangin, Satia Hadinata, menilai masuknya Danau Depati IV dalam tiga besar nominasi menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan potensi wisata Jangkat kepada masyarakat yang lebih luas.

Menurut pemilik Farenza Garden itu, pengembangan pariwisata harus diarahkan agar manfaat ekonominya turut dirasakan pelaku usaha dan masyarakat setempat, bukan sekadar meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah paket wisata yang menggabungkan kunjungan ke danau, pengenalan kehidupan masyarakat adat Tanah Serampas, serta penjelajahan lanskap alam Jangkat. Konsep tersebut berpotensi membuat wisatawan tinggal lebih lama dan meningkatkan belanja di daerah.

Pelaku UMKM juga perlu mempersiapkan produk berkualitas, kemasan menarik, harga yang transparan, serta akses pemesanan yang mudah. Pemanfaatan media sosial dapat membantu mempromosikan kuliner, penginapan, transportasi, dan paket wisata kepada calon pengunjung.

Selain potensi ekonomi, pengembangan Danau Depati IV juga perlu memperhatikan kelestarian alam dan adat istiadat masyarakat setempat.

Berdasarkan sejarah lisan masyarakat, nama Danau Depati IV berkaitan dengan empat depati, yakni Depati Payung, Depati Gento Rajo, Depati Siang Dito, dan Depati Muncak.

Selama bertahun-tahun, danau tersebut juga menjadi sumber penghidupan warga melalui pemanfaatan ikan dengan cara tradisional. Masyarakat setempat memiliki aturan adat yang melarang perusakan lingkungan serta penggunaan racun dan setrum untuk menangkap ikan.

Aturan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian ekosistem danau. Karena itu, pengembangan destinasi wisata perlu disertai pengelolaan sampah, keselamatan pengunjung, perlindungan lingkungan, serta pelibatan masyarakat adat dalam pengambilan keputusan.

Dengan promosi yang konsisten, dukungan infrastruktur, dan keterlibatan UMKM, Danau Depati IV berpeluang menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di Kabupaten Merangin. Tantangannya adalah memastikan peningkatan popularitas destinasi tersebut memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal tanpa mengorbankan kelestarian alam dan tradisi. (sab)





BERITA BERIKUTNYA