JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Kota Jambi memiliki beragam pilihan kuliner yang bisa menjadi tujuan wisata gastronomi, mulai dari olahan ikan sungai, gulai tempoyak, pindang patin, hingga masakan khas Minangkabau. Berbagai rumah makan tersebut bisa menjadi pilihan bagi warga yang ingin menjamu tamu dari luar daerah sekaligus memperkenalkan cita rasa khas Jambi.
Kuliner tidak hanya menjadi urusan mengisi perut, tetapi juga bagian dari pengalaman mengenal budaya suatu daerah. Di Kota Jambi, sejumlah rumah makan menawarkan menu tradisional yang memiliki karakter rasa tersendiri dan menarik untuk dicoba.
Salah satu pilihan yang bisa dikunjungi adalah Rumah Makan Putri Kembar di Jalan Dr. Abdul Rachman Saleh, Paal Merah. Rumah makan ini dikenal dengan sajian kepala ikan baung, baik diolah menjadi gulai maupun digoreng. Menu tersebut bisa menjadi pilihan bagi pencinta olahan ikan air tawar.
Berikutnya, ada Pondok Pindang Sarinande di Jalan Sultan Agung Nomor 4, Beringin. Rumah makan ini menawarkan menu pindang patin, pindang udang, hingga tempoyak udang. Perpaduan rasa asam, gurih, dan rempah menjadi ciri khas yang dapat dikenalkan kepada pengunjung dari luar provinsi.
Bagi yang ingin mencicipi masakan tradisional dengan bahan ikan sungai, Rumah Makan Bu Salma di kawasan Danau Sipin juga bisa masuk daftar pilihan. Menu yang ditawarkan antara lain tempoyak patin, pindang kepala ikan toman, dan brengkes ikan patin.
Tempoyak yang dibuat dari fermentasi daging buah durian memberikan aroma dan rasa khas. Olahan ini menjadi salah satu identitas kuliner yang lekat dengan tradisi masyarakat Jambi dan sejumlah daerah di Sumatera.
Sementara itu, pencinta makanan khas Palembang dapat mencoba Pempek Asiong di Jalan Orang Kayo Hitam, Talang Banjar. Pilihan menunya meliputi pempek kapal selam, lenjer, lenggang, tekwan, dan model. Beragam sajian tersebut juga cocok dijadikan camilan saat berkumpul bersama keluarga atau sebagai buah tangan.
Bagi penggemar masakan Minangkabau, Rumah Makan Pak Haji Munir di kawasan Tambak Sari dikenal dengan menu rendangnya. Adapun Rumah Makan Basuo di Simpang III Sipin menawarkan beragam pilihan lauk khas Minang yang dapat dinikmati bersama nasi hangat.
Jika ingin bersantap bersama keluarga atau rombongan, Kampung Kecil di kawasan The Hok dan Saung Kita di Solok Sipin bisa menjadi alternatif. Keduanya menawarkan konsep bersantap keluarga dengan pilihan hidangan Nusantara.
Arpan, warga Simpang IV Sipin, Kota Jambi, menilai keberagaman rumah makan tersebut menjadi salah satu daya tarik kuliner di daerahnya. Menurutnya, masyarakat memiliki banyak pilihan untuk menikmati makanan khas daerah maupun menjamu kerabat yang datang dari luar provinsi.
“Kalau ada tamu dari luar daerah, kita bisa mengajak mereka mencoba makanan khas Jambi, seperti pindang patin, gulai ikan baung, atau tempoyak. Jadi, mereka tidak hanya berkunjung, tetapi juga bisa mengenal kuliner dan budaya masyarakat Jambi,” kata Arpan.
Arpan berharap, keberagaman kuliner yang dimiliki Kota Jambi dapat terus diperkenalkan kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan dari luar daerah. Menurutnya, kuliner khas daerah bisa menjadi salah satu daya tarik yang membuat orang tertarik datang dan kembali berkunjung ke Jambi.
“Harapannya, kuliner khas Jambi semakin dikenal luas. Kita punya banyak makanan dengan cita rasa yang unik. Ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus membantu menggerakkan usaha para pelaku kuliner lokal,” tutup Arpan. (rhm)
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kemenkum Jambi Tuntaskan PKN II, Bidik Peningkatan Layanan Publik
Polda Jambi Bongkar Tambang Emas Ilegal di Bungo, 3 Orang Jadi Tersangka
7 Rekomendasi Kuliner di Kota Jambi, Cocok untuk Menjamu Tamu dari Luar Daerah
Konflik PETI di Sungai Batanghari Kembali Memanas, Satu Rakit Dibakar
Reses di Kerinci, Cek Endra Dorong Hilirisasi Kopi dan Kayu Manis, Perkuat Ekonomi Petani
Ramai Diserbu Pembeli, Rumah Makan Bungo Tanjung Ampera Dipadati Warga Jelang Jam Makan Siang