Siswa SMKN 1 Tebo Diamankan Polisi gegara Sajam Viral, Kepsek Ungkap Langkah Pembinaan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:47:13 WIB - Dibaca: 44 kali

Ilustrasi Kepala SMKN 1 Tebo memberikan penjelasan terkait pembinaan siswa, penyerahan senjata tajam, dan pembuatan surat pernyataan bersama orang tua. Foto: Syahrial
Ilustrasi Kepala SMKN 1 Tebo memberikan penjelasan terkait pembinaan siswa, penyerahan senjata tajam, dan pembuatan surat pernyataan bersama orang tua. Foto: Syahrial ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Kepala SMKN 1 Tebo, Joni Afrizal, S.Pd, buka suara terkait sejumlah siswanya yang sempat diamankan polisi setelah persoalan mereka viral di media sosial. Pihak sekolah telah mengambil langkah pembinaan dengan melibatkan orang tua siswa.

Penjelasan tersebut disampaikan Joni pada Senin (26/10/2026), setelah dua hari sebelumnya pihak sekolah dimintai konfirmasi oleh wartawan terkait peristiwa yang menjadi sorotan masyarakat.

Joni menjelaskan bahwa siswa yang muncul dalam konten viral tersebut telah dipanggil bersama orang tua masing-masing untuk mendapatkan pembinaan.

"Kami sudah memanggil siswa bersama orang tua masing-masing. Mereka diberikan pemahaman dan pembinaan dengan melibatkan kepala sekolah, wali kelas, serta guru Bimbingan Konseling (BK), agar kejadian serupa tidak terulang," kata Joni, Senin (26/10/2026).

Menurut Joni, pembinaan tersebut merupakan langkah sekolah untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai dampak tindakan mereka. Sekolah juga berupaya memastikan persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Selain memberikan pembinaan, pihak sekolah turut mengambil langkah terkait senjata tajam (sajam) yang menjadi sorotan dalam unggahan media sosial.

Joni menerangkan bahwa siswa yang bersangkutan diminta mengambil sajam dari tempat penyimpanannya untuk kemudian diserahkan kepada pihak sekolah.

"Kami meminta siswa mengambil senjata tajam tersebut dari tempat penyimpanannya untuk diserahkan kepada pihak sekolah," jelasnya.

Tak hanya itu, sekolah juga membuat surat pernyataan yang melibatkan siswa dan orang tua. Surat tersebut berisi komitmen agar siswa tidak mengulangi tindakan serupa.

Joni menjelaskan bahwa surat pernyataan tersebut juga memuat konsekuensi apabila siswa kembali melakukan pelanggaran yang sama.

Jika pelanggaran terulang, pihak sekolah akan memberikan rekomendasi agar siswa bersangkutan pindah ke sekolah lain.

Meski demikian, pihak sekolah tetap mengedepankan pendekatan pembinaan dengan melibatkan keluarga. Orang tua diharapkan ikut meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Sebelumnya, persoalan sejumlah siswa SMKN 1 Tebo menjadi perhatian publik setelah konten terkait mereka beredar di media sosial. Sejumlah siswa juga dilaporkan sempat diamankan pihak kepolisian.

Peristiwa tersebut memunculkan perhatian masyarakat terhadap perilaku pelajar serta pentingnya pengawasan untuk mencegah tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Joni menegaskan, pihak sekolah telah menetapkan langkah pembinaan sekaligus konsekuensi bagi siswa apabila kembali melakukan tindakan serupa.

"Kami sudah membuat surat pernyataan bersama siswa dan orang tua. Jika nantinya siswa kembali mengulangi perbuatan yang sama, pihak sekolah akan memberikan rekomendasi agar siswa tersebut pindah ke sekolah lain," tegas Joni. (syh)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA