Kualitas Udara Tebo Mulai Membaik, ISPU Turun ke Angka 110 Namun Masih Tidak Sehat

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00:01 WIB - Dibaca: 49 kali

Suasana perkotaan di Kabupaten Tebo yang masih diselimuti kabut asap tipis. Kualitas udara mulai membaik, namun ISPU 110 masih masuk kategori tidak sehat, Senin (26/10/2026). Foto: Syahrial
Suasana perkotaan di Kabupaten Tebo yang masih diselimuti kabut asap tipis. Kualitas udara mulai membaik, namun ISPU 110 masih masuk kategori tidak sehat, Senin (26/10/2026). Foto: Syahrial ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Kualitas udara di Kabupaten Tebo, Jambi, mulai menunjukkan perbaikan pada Senin (26/10/2026) siang. Setelah sebelumnya sempat berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya akibat kabut asap, tingkat pencemaran udara kini berangsur menurun.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari stasiun pemantauan Bedaro Rampak, Kecamatan Tebo Tengah, angka ISPU pada pukul 13.00 WIB tercatat sebesar 110 atau masuk kategori tidak sehat.

Angka tersebut menunjukkan kondisi udara yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, masyarakat masih diminta waspada karena tingkat pencemaran belum kembali ke kategori aman.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa waktu terakhir menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Tebo. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas warga, terutama mereka yang harus bekerja di luar ruangan.

Penurunan angka ISPU menjadi perkembangan positif di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap dampak pencemaran udara. Namun, perubahan tersebut belum dapat dijadikan patokan bahwa kabut asap telah sepenuhnya berakhir.

Pasalnya, angka ISPU 110 masih masuk kategori tidak sehat dan berpotensi berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Masyarakat diimbau membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel polutan, serta terus memantau perkembangan kualitas udara melalui informasi resmi.

Selain itu, kondisi udara dapat berubah sewaktu-waktu bergantung pada sejumlah faktor, termasuk aktivitas kebakaran lahan dan kondisi cuaca.

Karena itu, pemantauan kualitas udara secara berkala tetap diperlukan untuk memastikan apakah penurunan tingkat pencemaran terus berlanjut atau justru kembali meningkat.

Sementara itu, Aris, salah seorang pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Tebo, menjadi salah satu warga yang dapat dimintai tanggapan mengenai perubahan kondisi udara tersebut.

"Alhamdulillah, kualitas udara di Tebo mulai membaik dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Kami berharap kabut asap segera hilang sepenuhnya. Meski kondisi sudah membaik, masyarakat tetap harus menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan jika udara masih tercemar," ujar Aris, Senin (26/10/2026). (syh)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA