Demo hingga Malam, Warga Penyengat Olak Bubarkan Diri Usai Stockpile Pasir Diputuskan Tutup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:48:01 WIB - Dibaca: 167 kali

Aparat kepolisian mengamankan aksi damai warga Desa Penyengat Olak yang menuntut penutupan stockpile pasir CV Lintas Makmur Sejahtera. Foto: Rahim
Aparat kepolisian mengamankan aksi damai warga Desa Penyengat Olak yang menuntut penutupan stockpile pasir CV Lintas Makmur Sejahtera. Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, MUARO JAMBI – Warga RT 03 Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, menggelar aksi damai menuntut penutupan stockpile pasir milik CV Lintas Makmur Sejahtera, Senin (26/10/2026) malam. Aksi tersebut berakhir setelah pemerintah daerah menyampaikan keputusan penutupan perusahaan.

Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah turun langsung mengawal jalannya aksi. Sejumlah personel Polres Muaro Jambi bersama Polsek Jaluko diterjunkan untuk menjaga keamanan dan mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Sejak pagi, massa berkumpul di depan gerbang stockpile untuk menyampaikan tuntutan mereka. Aktivitas tersebut sempat menyebabkan arus kendaraan terganggu sehingga polisi memberlakukan sistem buka tutup jalan.

Wakapolres Muaro Jambi Kompol Aroni Candra turut menemui massa. Ia mengimbau warga tetap menjaga ketertiban, tidak menutup akses jalan, serta memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah untuk menindaklanjuti tuntutan mereka.

Bupati Muaro Jambi juga hadir menemui warga dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan. Pemerintah daerah kemudian mengagendakan rapat Tim Terpadu (Timdu) bersama instansi terkait untuk membahas keberadaan stockpile tersebut.

Sementara menunggu hasil pembahasan, massa masih bertahan di lokasi. Kapolres Muaro Jambi kembali melakukan pendekatan persuasif agar warga tidak menghalangi kendaraan yang melintas.

Setelah dilakukan dialog, warga bersedia memundurkan posisi massa dan tenda aksi dari badan jalan. Arus lalu lintas pun berangsur kembali lancar meski aksi masih berlangsung.

Sekitar pukul 19.20 WIB, Kapolres Muaro Jambi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi kembali menemui massa untuk menyampaikan hasil rapat Timdu.

Berdasarkan hasil pembahasan dan kesepakatan instansi terkait yang mengikuti rapat, pemerintah daerah memutuskan menutup CV Lintas Makmur Sejahtera.

Mendengar keputusan tersebut, warga akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 19.40 WIB. Tenda aksi dibongkar dan massa kembali ke rumah masing-masing.

Situasi di sekitar lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Arus lalu lintas yang sebelumnya sempat terganggu juga kembali berjalan lancar.

Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah mengapresiasi masyarakat yang telah bekerja sama dengan aparat kepolisian selama aksi berlangsung.

Ia menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen memberikan pengamanan terhadap setiap penyampaian aspirasi masyarakat dengan mengedepankan pendekatan humanis dan dialog.

"Polres Muaro Jambi berkomitmen mengawal setiap penyampaian aspirasi masyarakat secara aman, tertib, dan humanis. Kami mengapresiasi sikap kooperatif warga yang telah bersama-sama menjaga situasi kamtibmas dan kelancaran arus lalu lintas," ujar Bayu.

"Kami berharap setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog yang baik, dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat serta menjaga situasi tetap kondusif," pungkasnya. (rhm)





BERITA BERIKUTNYA