9 Siswa SMKN 1 Tebo Diduga Terlibat Gengster, Sekolah Beri Peringatan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:43:21 WIB - Dibaca: 73 kali

Gedung SMKN 1 Tebo, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, tempat sembilan siswa diduga terlibat aksi gengster mendapat pembinaan dari pihak sekolah.
Gedung SMKN 1 Tebo, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, tempat sembilan siswa diduga terlibat aksi gengster mendapat pembinaan dari pihak sekolah. (David)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Sebanyak sembilan siswa SMKN 1 Tebo mendapat pembinaan dari pihak sekolah setelah diduga terlibat aksi gengster yang videonya viral di media sosial TikTok.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian pihak sekolah setelah tim gabungan Polres Tebo bersama Polsek Tebo Tengah mengamankan para siswa di SMKN 1 Tebo pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 1 Tebo, Joni Aprizal, mengatakan pihak sekolah langsung memanggil para siswa beserta orang tua mereka setelah mengetahui video yang beredar di media sosial tersebut.

"Kemudian pihak sekolah memberikan pembinaan, pemahaman dan sebagainya kepada siswa tersebut. Meskipun perbuatan dilakukan pada malam hari atau di luar jam sekolah, mereka tetap berstatus sebagai siswa SMKN 1 Tebo," ungkap Joni Aprizal kepada sejumlah wartawan, Selasa (27/10/2026).

Joni menjelaskan, setelah sembilan siswa tersebut diberikan pembinaan, pihak sekolah meminta mereka mengambil senjata tajam (sajam) yang digunakan dalam video viral itu dari rumah masing-masing untuk dikumpulkan di sekolah.

Selanjutnya, para siswa bersama orang tua diberikan surat peringatan dalam bentuk perjanjian. Mereka diminta tidak mengulangi perbuatan serupa.

"Apabila perbuatan tersebut dilakukan kembali, pihak sekolah akan merekomendasikan siswa yang bersangkutan dikeluarkan dari sekolah," tegasnya.

Joni melanjutkan, setelah proses pembinaan oleh pihak sekolah selesai dan seluruh senjata tajam terkumpul, pihak kepolisian kemudian datang ke SMKN 1 Tebo untuk melakukan pembinaan lanjutan.

Menurutnya, pihak sekolah terlebih dahulu melakukan pemeriksaan dan pembinaan terhadap para siswa. Setelah seluruh senjata tajam dikumpulkan, kemungkinan ada salah seorang guru yang memberitahukan kejadian tersebut kepada Polsek Tebo Tengah sehingga polisi datang untuk mengambil tindakan lebih lanjut.

Ia menyebutkan, sembilan siswa yang diberikan pembinaan tersebut berasal dari kelas X dan XI, sedangkan siswa kelas XII tidak ada yang terlibat.

Berdasarkan pengakuan para siswa setelah menjalani pembinaan, lanjut Joni, mereka diajak oleh seseorang yang merupakan mantan siswa SMKN 1 Tebo dan sudah diberhentikan dari sekolah.

Joni berharap pembinaan tersebut menjadi pelajaran bagi para siswa agar tidak terlibat dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun mencoreng nama baik sekolah. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA