Pemkot Jambi Ingatkan Sekolah Waspadai Kebocoran Data Pribadi di Era Digital

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:10:07 WIB - Dibaca: 39 kali

Suasana Sosialisasi Pelindungan Data Pribadi Tahun 2026 yang digelar Pemkot Jambi melalui Diskominfo di Aula Graha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, Selasa (27/10/2026). Foto: Tania
Suasana Sosialisasi Pelindungan Data Pribadi Tahun 2026 yang digelar Pemkot Jambi melalui Diskominfo di Aula Graha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, Selasa (27/10/2026). Foto: Tania ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengingatkan sekolah dan tenaga pendidik agar lebih berhati-hati dalam mengelola data pribadi siswa. Pesatnya perkembangan teknologi digital dinilai membawa risiko kebocoran informasi hingga ancaman kejahatan siber di lingkungan pendidikan.

Peringatan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pelindungan Data Pribadi Tahun 2026 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Jambi bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Universitas Jambi (UNJA), Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Graha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, itu dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jambi Maulana yang diwakili Kepala Diskominfo Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A.

Sebanyak 218 peserta mengikuti sosialisasi bertema Membangun Sekolah yang Aman, Cakap Digital, dan Peduli Pelindungan Data Pribadi. Mereka terdiri atas pengawas, penilik, kepala sekolah tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) se-Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Diza mengatakan perkembangan teknologi informasi telah mengubah berbagai aktivitas masyarakat, termasuk sistem komunikasi, pelayanan pendidikan, dan pengelolaan administrasi sekolah.

Menurutnya, kemudahan mengakses informasi melalui teknologi digital juga harus diimbangi dengan pemahaman mengenai keamanan data pribadi.

Ia menilai sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kerahasiaan informasi yang dikelola, terutama data siswa, tenaga pendidik, serta dokumen administrasi pendidikan.

Penggunaan aplikasi digital, termasuk teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), juga perlu dilakukan secara bijak dengan memperhatikan keamanan aplikasi, sumber layanan, serta informasi yang dibagikan.

Diza mengingatkan tenaga pendidik agar tidak sembarangan mengunggah dokumen, identitas, maupun informasi sensitif ke ruang digital tanpa memahami risiko dan ketentuan penggunaan layanan tersebut.

Selain itu, pihak sekolah diminta meningkatkan literasi digital dan menerapkan langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko kebocoran data.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Jambi, M. Saleh Kicha, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran satuan pendidikan terhadap pentingnya perlindungan data pribadi.

Menurut Saleh, kemudahan pertukaran informasi melalui teknologi digital harus diimbangi dengan pemahaman mengenai batasan akses, penggunaan, dan penyebaran data.

Ia berharap peserta dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan tenaga pendidik lainnya sehingga kesadaran menjaga keamanan informasi semakin meningkat di lingkungan sekolah.

Selain memberikan pemahaman mengenai perlindungan data pribadi, kegiatan tersebut juga membahas penguatan keamanan jaringan dan sistem informasi pemerintahan melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Dalam sosialisasi itu, Rizal Damar Sasangka, S.Tr.Kom., Sandiman Ahli Pertama pada Badan Siber dan Sandi Negara, menyampaikan materi bertajuk Data Pribadi Bukan Sekadar Data: Lindungi, Kelola, dan Jaga Kepercayaannya.

Materi tersebut membahas pentingnya memahami nilai dan kerahasiaan data pribadi, menerapkan pengelolaan informasi yang aman, serta menjaga kepercayaan melalui praktik perlindungan data yang bertanggung jawab.

Sementara itu, Daniel Arga, S.Kom., M.Si., dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas Jambi, menyampaikan materi Membangun Sekolah yang Aman, Cakap Digital, dan Peduli Pelindungan Data Pribadi.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Jambi berharap satuan pendidikan semakin siap menghadapi tantangan keamanan informasi seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar dan administrasi sekolah.

Diza menegaskan bahwa peningkatan literasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan keamanan informasi dan kebiasaan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi di lingkungan pendidikan.

"Di era digital ini, seolah-olah tidak ada sekat lagi. Informasi begitu mudah datang, begitu pula data yang tiba-tiba tersebar tanpa persetujuan. Karena itu, kami berharap melalui sosialisasi ini para peserta dapat memahami pentingnya perlindungan data pribadi," ujar Diza. (tdr)





BERITA BERIKUTNYA