Jambione.com, BANGKO- Curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan dua kecamatan di Kabupaten Merangin, yakni Sungai Manau dan Pangkalan Jambu diterjang banjir bandang, Rabu (18/4) dini hari kemarin. Sedikitnya ada 11 desa yang tersebar di dua kecamatan tersebut terendam. Menurut warga setempat, banjir kali ini merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun belakangan.
Ketinggian air yang menggenangi rumah warga di 11 desa tersebut berkisar antara 40 Centimeter hingga 1 Meter. Selain perumahan penduduk, air juga merendam beberapa titik jalan nasional, sehingga arus lalulintas kendaraan dari Bangko-Kerinci dan sebaliknya sempat macet total beberapa jam.
Menurut data yang dirilis Polres Merangi, 11 desa yang kebanjiran tersebut, empat desa berada di kawasan di Kecamatan Sungai Manau. Yakni Desa Durian Lecah, Sungai manau, Sungai Nilai dan Bukit Batu. Sementara tujuh desa lainnya di Kecamatan Pangkalan Jambu. Yakni Desa Tanjung Mudo, Desa Kampung Limo, Sungai Jering, Bungo Tanjung, Tiga Alur, Bukit Perentak dan Desa Baru.
“Luapan sungai tak hanya menggenangi desa dengan ketinggian mencapai 1 meter. Tapi juga merusak sejumlah infrastruktur, seperti jalan dan jembatan,” kata Kapolres Merangin, AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Paur Humas Ipda Echo Sitorus.
“Kami turun meninjau lokasi kejadian dan membantu warga mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Kami juga melakukan koordinasi intensif dengan BPBD, Koramil, Kecamatan dan Kepala Desa,” tambahnya dan mengaku hingga kini, pihak Polres belum bisa memastikan berapa total kerugian secara materi.
Camat Pangkalan Jambu, Suprapto saat dihubungi juga mengakui kecamatannya paling banyak dihantam banjir bandang tersebut. Kata dia, ada sekitar delapan desa yang terendam dan sudah dilakukan evakuasi. “Siang tadi airnya sudah surut. Warga sudah membersihkan rumahnya masing masing,”tuturnya.
Menurut dia, pihak kecamatan juga sudah turun dan memberikan bantuan. Bantuan yang diupayakannya yakni mendirikan dapur umum bagi masyarakat yang rumahnya terkena banjir. “Kita tahu warga belum bisa melakukan aktifitas masak-memasak. Makanya kita bantu membuat dapur umumnya,”terangnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Merangin, Mardansyah Saidi menjelaskan, banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Sungai Manau dan Pangkalan Jambu sudah terjadi sejak Rabu dinihari sekitar pukul 02.00 WIB dan beransur surut pada paginya sekitar pukul 05.00 WIB.
Menurut dia, ratusan rumah, pasilitas umum, kantor, rumah dinas, sekolah dan mushalla terendam. Hanya saja, BPBD juga belum bisa menaksir berapa jumlah total kerugiannya.
"Banjirnya sudah mulai surut dan arus lalu lintas Bangko-Kerinci berangsur pulih. Hanya saja, aktivitas warga masih lumpuh. Sebab, mayoritas warga masih melakukan bersih-bersih,"ujarnya.
Kata Mardansyah, pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi banjir di Desa Baru dan sekitarnya untuk melakukan pantauan dan membantu masyarakat mengepakuasi barang danbalat yang terendam. "Tim siaga di lokasi kejadian dengan membawa peralatan, seperti perahu karet dan perlengkapan lainnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara, untuk pembuatan tenda darurat dan dapur umum belum kita dirikan karena kondisi air sudah berangsur normal," jelasnya. (tra)