Pemrov Apresiasi Pelatihan Karhutla Dispotmar

Jumat, 20 April 2018 - 08:45:37 WIB - Dibaca: 2173 kali

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M.Dianto Bersama Pejabat Terkait
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M.Dianto Bersama Pejabat Terkait (Andri/Jambione.com)

Jambione.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M.Dianto menyatakan Pemerintah Provinsi (pemprov) Jambi sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai antisipasi dini karhutla di Provinsi Jambi. Pelatihan tersebut digelar Dinas Potensi Maritim (Dispotmar) Markas Besar Angkatan Laut selaku.
‘’Pelatihan pencegahan karhutla tersebut merupakan momentum bersinergi menyatukan persepsi dalam mencegah dan menanggulangi karhutla,’’ kata M Dianto saat menutup Pelatihan Masyarakat Maritim Penanggulangan Kebakaran Hutan Lahan Gambut (Karhutla) di Stadion Karya Bakti Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kamis (19/04).
Menurut dia, Provinsi Jambi terdiri dari berbagai ekosistem lahan basah penting, seperti mangrove, gambut, muara sungai, pertambakan dan lahan pertanian pasang surut. Berbagai ekosistem tersebut memiliki nilai dan manfaat serta jasa lingkungan yang sangat luas bagi makluk hidup. Diantaranya habitat atau tempat tinggal berbagai makluk hidup, pencegah intrusi air laut, penyimpan air tawar, cadangan karbon yang sangat besar serta untuk mitigasi kebencanaan.
M Dianto menjelaskan, Jambi memiliki lahan gambut lebih kurang 900.000 hektar. Sebagian besar berada di wilayah pesisir pantai timur Provinsi Jambi dengan kondisi hampir 80 persen diantaranya terbakar tahun 2015. "Dengan bencana kebakaran hutan dan lahan tentunya memberikan dampak yang signifikan. Salah satunya terjadi tingkat pencemaran udara. Sehingga penerbangan ke Jambi dialihkan ke Palembang. Kemudian, tingkat kerugian ekonomi masyarakat cukup komplek dan kesehatan masyarakat sangat tergagu," katanya.
"Kebakaran lahan merupakan bencana nasional. Penanganannnya membutuhkan peran serta dari seluruh elemen bangsa. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan pencegahan kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan dengan optimal," sambungnya.
"Saya atas nama Pemerintah Provinsi Jambi dan masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Kepala BNPB atas perhatian dan bantuan beliau secara rutin terus ditujukan kepada kita masyarakat Provinsi Jambi. Helikopter BNPB pusat terus siap siaga di bandara untuk antisipasi karhutla jika terjadi," ungkap Sekda.
Mewakili Kepala Staf Angkatan Laut, Asisten Potensi Maritim, Laksamana Madya TNI Edi Sucipto mengatakan, pelatihan tersebut merupakan rasa cinta kepada tanah air, sekaligus mendorong poros maritim masyarakat dalam menjalin tali kekeluargaan. "Yang kita inginkan agar poros maritim bersama masyarakat bisa menjaga persatuan dan kesatuan bisa berkerja sama," katanya.
Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei mengatakan, kegiatan pelatihan penangulangan pencegahan karhutla merupakan kegiatan pencegahan awal. Oleh sebab itu, semua harus membangun koordinasi dan integrasi yang baik dalam pencegahan terjadinya karhutla di Provinsi Jambi.
"Pelatihan ini mempunyai nilai yang sangat strategis, karena betapa kompleknya dampak dari bencana. Kita ingat kejadin di tahun 2015 sangat menganggu stabilitas ekonomi dan kesehatan masyarakat. Bandara harus tutup serta berdampak besar dengan perekonomian nasional. Indonesia selama kabut asap ditahun 2015 mengalami kerugian Rp221 triliun. Akibat kebakaran hutan yang hanya lebih kurang 3 bulan, turun perekonomian sebesar 0,5 persen.
Ssedangkan pemerintah sedang giat-giatnya melakukan pertumbuhan ekonomi," jelas Willem.
"Kegiatan ini sangat strategis yang perlu kita dukung bersama-sama, jangan sampai kejadian kebakaran hutan secara besar-besaran terulang kembali. Saya sangat mengapresiasi semua kita disini, bahwa Indonesia dapat mengendalikan kebakaran hutan dan lahan ditahun 2016 dan 2017 ini semua atas kerja sama kita semua." Pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Tanjung Jabung Barat, H.Safrial,MS menjelaskan bahwa pelatihan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan yang belangsung sejak 16 April 2018, berjalan secara terpadu, tertib dan lancar. "Kegiatan ini dilakukan bentuk kewaspadaan dan kepedulian serta kesiapan dalam menanggulangi bencana karhutla di Provinsi Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat khususnya," katanya.
Pada kesempatan itu diadakan demonstrasi ketangkasan Prajurit Gabungan Pasukan Khusus TNI Angkatan Laut yang terdiri dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Marinir Amfibi yang melaksanakan terjun bebas di Lapangan Stadion Karya Bhakti Kuala Tungkal. Terjun payung bebas dipimpin langsung Lettu Laut (KH) Edi Abdullah yang menjabat sebagai Danton 1 Detasmen 5 Satkopaska.
Turut hadir pada acara itu, Kapolda Jambi Brigjen Pol. Muklis A.S, Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah, Forkompimda Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sekda Kabupaten Tanjung Jabung Barat Ambok Tuo, para OPD Kabupaten Tanjabar, tokoh masyarakat Tanjabbar dan para peserta pelatihan, serta para undangan lainya. (rey)

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA