ASN Banyak Keluhkan TPP

Senin, 23 April 2018 - 10:47:59 WIB - Dibaca: 3277 kali

Ilustrasi : Gaji Honorer.
Ilustrasi : Gaji Honorer. (Ali Ahmadi/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI-Meskipun pemberian Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN Kota Jambi sudah cukup besar, namun masih banyak ASN yang mengeluh. Sebab, honor kegiatan terhitung Januari 2018 dihapus dan diganti dengan TPP.

Terkait hal ini, ternyata banyak ASN yang mengeluhkan kondisi ini. 

“Iya, sekarang honor kegiatan dihapus. Terus kadang kita kerja sampai malam. Kegiatan juga kadang sampai sore. Sedangkan ASN lain yang tidak ikut lembur atau tidak ada tugas di luar jam kantor tetap mendapatkan TPP yang sama dengan kita. Rasanya tidak adil. Kita yang lebih banyak bekerja, jumlah TPP nya sama dengan yang pekerjaannya biasa saja. Enak seperti dulu,”ujar salah seorang ASN yang enggan disebutkan namanya.

 

Sementara Budidaya, Sekda Kota Jambi mengakui telah mendengar banyaknya keluhan dari ASN Kota Jambi terhadap penghapusan honor kegiatan dan diganti dengan TPP. Sebab menurutnya hal tersebut adalah rekomendasi dari KPK RI.

“Saya juga sudah mendengar banyaknya keluhan dari pegawai kita. Rata rata jumlah TPP kan sama. Ada pegawai yang kerjanya banyak, tapi dapatnya sama dengan yang kerjanya sedikit. Ini karena Pemkot kan sangat konsen dengan himbauan KPK RI agar honor kegiatan dihapuskan dan tidak diberikan sama sekali,” katanya.

Dikatakan Budidaya bahwa kedepan Pemkot akan melakukan evaluasi terhadap penghapusan honor kegiatan dan pemberian TPP ini. Ini terkait masih banyaknya keluhan yang disampaikan oleh ASN Kota Jambi. “Nanti kita evaluasi lagi. Pada semester pertama inikan kita sudah lihat bagaimana dan memasuki semester kedua apakah akan kita ubah aatu tidak. Yang pastinya akan kita evaluasi. Kebijakan ini bisa dirubah,” ujarnya.

Terkait masih seringnya keterlambatan pencairan TPP, Budidaya meminta kepada seluruh OPD untuk disipilin mengirimkan rekapan absen setiap bulannya maksimal setiap tanggal 10. “Salah satu penyebab keterlambatan TPP itu karena masih adanya OPD yang terlambat mengirimkan rekapan absen. Terutama kelurahan yang letaknya kan berjauhan. Setiap tanggal 10 itu sudah harus diserahkan," pungkasnya. (ali)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA