Muarabulian - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi momok menakutkan jelang perhelatan Asian Games 18 Agustus mendatang. Manggala Agni Muara Bulian mencatat ada 18 hotspot terhitung Januari-Juli 2018.
Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Muara Bulian, Kuswara mengatakan, Hotspot di Kabupaten Batanghari trennya mulai memuncak.
Jumlah hotspot tersebut tidak seluruhnya firespot, karena ada beberapa titik ternyata hotspot palsu.
" Tren saat ini terus naik. Bahkan di Desa Bungku sampai muncul satu hari tiga hotspot. Perlu saya ingatkan, hotspot belum tentu firespot. Bisa juga hotspot palsu. Hotspot palsu ini berasal dari pantulan panas. Kecanggihan satelit, bisa memantau panas 39 derajat," jelas Kuswara, Senin (30/07/2018).
Empat titik hotspot palsu itu berada ditiga kecamatan, yakni Muara Bulian dua titik, Kecamatan Bajubang dan Kecamatan Muara Tembesi.
" Setelah kita cek tidak ada firespot, hostpot tersebut mungkin dari pantulan panas dari atap rumah warga. Atau pantulan panas dari sungai Batanghari," sebutnya.
Penanganan kebakaran hutan dan lahan, menjadi skala priositas, terlebih di kawasan gambut. Sementara Batanghari tidak memiliki area gambut yang luas.
Kasus kebakaran lahan gambut, seluas 2 hektare. Dari jumlah itu, 1,57 hektare berhasil dipadamkan petugas.
" Gambut di Batanghari kedalamannya sekitar 50 cm. Karena wilayah kita termasuk wilayah mineral, sehingga proses pemadaman tidak membutuhkan waktu lama," bebernya.
Dengan terbitnya, surat keputusan Bupati Batanghari tentang status siaga karhutla, segera mengaktifkan empat posko terpadu.
Dan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar di empat desa, yakni Desa Jangga Baru 2 kelompok, Desa Jebak 1 kelompok, Desa tenam 1 kelompok MPA dan Desa Sridadi 1 kelompok.
" Setelah usulan status disetujui dan ditebit spt, maka ini menjadi agenda bersama instansi terkait, Manggala Agni, BPBD, Kepolisian, dan TNI," paparnya.
" Kita sudah berkoordinasi dengan tni, kapolsek. Empat posko itu dibenuk, setelah melihat tren pada tahun lalu hanya dua hotspot. Sementara 2018, terdapat 18 hotspot," imbuhnya.
Dengan luas wilayah kerja, Manggala Agni membagi 30 personil menjadi 2 regu yang secara bergantian melakukan patroli. Sementara peralatan pemadaman yang stanby di kantor terdiri dari kendaraan slip on, mobil tangki air, mesin induk 2 unit dan mesin kecil 5 unit. (***)