Jakarta - Guru Besar dan cendikiawan muslim dari Universitas Islam Negeri Jakarta Azyumardi Azra menilai calon wakil presiden yang dibutuhkan adalah yang memiliki keahlian dalam bidang ekonomi dan pembangunan. Pernyataan Azyumardi menanggapi fenomena banyaknya ulama yang diusung sebagai calon wakil presiden.
Azyumardi mengatakan, fenomena ulama ramai-ramai diusung sebagai calon wakil presiden menandakan faktor agama lebih menonjol. Tetapi, kata dia, ekonomi saat ini sedang berat. Sehingga diperlukan sosok cawapres yang memiliki teknokrasi ekonomi, baik makro maupun mikro. "Oleh karena itu menurut saya sebagusnya cawapres itu orang yang memiliki teknokrasi di dalam bidang ekonomi, pembangunan," kata dia.
Ia mencontohkan bakal calon wakil presiden dari kubu Jokowi, sosok Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang berasal dari partai berbasis Pancasila dan Nahdlatul Ulama. "Tapi saya lihat teknokrasi dalam bidang ekonominya lemah. Walaupun dia pernah jadi menteri tenaga kerja," ujarnya.
Adapun dari kubu Prabowo, ada nama Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Salim Segaf Al Jufri. "Dia pernah jadi menteri sosial, tapi teknokrasi dalam bidang ekonomi dan pembangunan kan lemah. Menteri sosial kan lebih banyak tugasnya itu bagi-bagi dana, bantuan sosial, bencana," katanya.
Sejumlah ulama yang belakangan santer diusung menjadi calon wakil presiden, di antaranya Abdul Somad dan Salim Segaf Al Jufri di kubu Prabowo. Adapun di kubu Jokowi, ulama yang diusung jadi calon wakil presiden antara lain Rais Aam PBNU Maruf Amin dan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi.(***)