Kerinci - Jalan Sanggarang Agung menuju Sungaipenuh, kembali normal. Sempat diblokir warga Seleman Senin (20/8) lalu, kini jalan tersebut sudah bisa dilalui. Pemblokiran dilakukan karena tidak terima penahanan terhadap tiga orang warga Seleman yang diduga sebagai pelaku perusakan dan pembakaran rumah warga Pentagen beberapa waktu.
Informasi yang berhasil dihimpun, warga Seleman membubarkan diri pada pukul 01.05 WIB setelah adanya negosiasi yakni penangkapan terhadap warga Seleman cukup tiga orang, dan tidak ada penangkapan lagi.
Selanjutnya, proses hukum yang sudah ditangkap tetap diproses secara hukum. Dan hari ini, Kapolres Kerinci membuat surat bahwa penangkapan hanya cukup 3 orang. Surat tersebut dijemput oleh Kepala Desa di Polres Kerinci dan langsung disosialisasikan ke masyarakat.
Hal ini dibenarkan, Camat Danau Kerinci, Tito Rivano, dia menjelaskan bahwa kondisi saat ini sudah kondusif, dan jalan lintas sudah kembali lancar. "Waktu selasa dini hari sekitar jam 01.00 WIB warga sudah bubar. Karena telah ada kesepakatan dari negosiasi sementara,"katanya.
Dia menyebutkan dimana salah satu kesepakatan yang disepakati kedua belah pihak untuk penangkapan terduga pelaku perusakan dan pembakaran rumah warga Pentagen cukup hanya 3 orang.
"Hari ini (Selasa, red), kami bersama Pemkab Kerinci juga melakukan rapat, untuk mencari solusi terbaik terkait konflik itu,"tambahnya.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Kerinci, AKP Alfian, saat dikonfirmasi (22/8) kemarin, mengatakan bahwa untuk kondisi kedua desa setelah ada kesepakatan setelah terjadi pemblokiran jalan sudah kembali kondusif. "Situasi sudah aman hanya tinggal perdamaian dua atau tiga hari ini,"katanya.
Ditanya anggota yang disiagakan di dua desa tersebut, Kabag Ops, mengatakan meskipun kondisi sudah kondusif namun pihaknya masih tetap menyiiagakan anggota kepolisian di lokasi dua desa.
"Untuk pengamanan anggota Brimob masih 100 orang disiagakan sedangkan anggota Polres Kerinci sebanyak 70 orang personel,"pungkasnya.
Untuk diketahui, sebelumnya, kondisi Desa Seleman, Kecamatan Danau Kerinci, kabupaten Kerinci kembali memanas, bahkan, warga pun memblokir ruas jalan dari Desa Sanggarang Agung Menuju ke Kota Sungaipenuh, pada Senin (20/8) kemarin.
Informasi yang berhasil dihimpun pemblokiran jalan ini merupakan buntut dari penahanan tiga orang warga Seleman oleh pihak Polres Kerinci, yang diduga pelaku perusakan dan pembakaran rumah warga Pendung Talang Genting (Pentagen) beberapa waktu lalu, pemblokir jakan dilakukan sekitar pukul 14.30 WIB.
Pemblokiran jalan ini dilakukan warga Seleman, meletakan batu dan kayu di tengah jalan sambil meletakan kertas karton yang bertuliskan "Bebaskan Orang Kami". Akibat jalan yang diblokir warga yang mau melitas pun terpaksa harus memutar arah dari Kecamatan Keliling Danau yang jaraknya lebih jauh.
"Ya, saya pulang dari Sungaipenuh tadi tidak bisa melintas karena jalan sudah ditutup, jadi terpaksa saya harus mutar lewat Tanjung Pauh untuk pulang,"ujar Deni salah seorang warga Sanggarang Agung.(***)