Kunjungi Petugas KPPS Yang Dirawat, Fasha Jamin Pengobatan Pasien di Bantu Pemerintah

Rabu, 24 April 2019 - 19:46:48 WIB - Dibaca: 1852 kali

(Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI-Walikota Jambi Syarif Fasha mengunjungi salah satu petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang dirawat di rumah sakit DKT Kota Jambi, Rabu (24/4). Petugas KPPS tersebut dirawat karena kondisinya yang lemah dan sempat pingsan sejak bertugas menjadi KPPS pada pilpres dan pileg lalu.

Disampaikan oleh Farah Diba (37), petugas KPPS yang dirawat tersebut bahwa sebelum dirawat, dirinya merasa mual dan muntah. Sebab, harus bertugas selama pemilu berlangsung baik dari pagi hingga tengah malam.

“Rasanya mual, muntah dan lemas. Maag saya kambuh,” ujarnya saat dijenguk oleh Fasha.

 Farah Diba sendiri bertugas sebagai KPPS di TPS 14 Kelurahan Sungai Asam Kecamatan Pasar Kota Jambi. Farah terpaksa di larikan ke rumah sakit pada Senin malam (22/4) karena kondisinya yang semakin menghawatirkan. 

“Iya karena tugasnya yang cukup berat, pulang malam terus,” katanya.

Sementara itu Walikota Jambi Syarif Fasha menyampaikan rasa prihatinnya karena banyaknya petugas KPPS yang sakit bahkan ada yang meninggal dunia. Tidak hanya di beberapa daerah di Indonesia namun juga di Kota Jambi.

“Saya baru menjenguk salah satu warga saya yang dirawat karena bertugas menjadi KPPS di Kelurahan Sungai Asam. Ini adalah salah satu korban pemilu. Beliau sakit, sempat pingsan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Ada juga warga kita yang bahkan meninggal dunia dan saat ini jenazahnya dibawa ke Palembang. Mungkin besok kalau keluarga sudah pulang ke Jambi baru kita pergi menyelawat,” katanya.

Fasha berharap banyakya kejadikan petugas KPPS yang sakit bahkan meninggal dunia yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi evaluasi kedepannya. Khususnya bagi penyelenggara pemilu seperti pemerintah pusat, KPU dan MK yang mengeluarkan keputusan pemilu serentak.

 “Ini pelajaran bagi kita semua, pemerintah pusat, KPU untuk menjadikan tolak ukur pemilu dan pilpres. Secara aturan kita siap, tapi secara fisik petugas kita tidak siap,”ujarnya.

Fasha juga meminta agar pihak terkait menjadikan hal ini untuk bahan evaluasi kedepannya. Apalagi pada 2024 mendatang sudah ada penetapan dari MK untuk pemilu serentak. Mulai dari Bupati/walikota, Gubernur, DPRD Kota/kabupaten, DPRD Provinsi, DPRD RI hingga DPR RI.

“Kalau melihat kondisi seperti ini akan banyak korban. Tidak hanya petugas, tapi juga aparatur Kepolisian, TNI dan juga masyarakat sebagai saksi. Mudah mudahan ini sebagai evaluasi,” katanya.

Untuk pengobatan petugas inipun sepenuhnya dibantu oleh Pemerintah Kota Jambi. “Kebetulan pasien BPJS kesehatan dan kita akan terus back up jika ada harus di rujuk,” ujarnya.

Dikatakan Fasha sejauh ini laporan yang masuk ada satu KPPS yang sakit dan satu meninggal dunia di Kota Jambi. “Namun kemungkinan masih banyak tapi tidak dilaporkan ke kita. Karena mungkin sudah diatasi oleh pihak TPS masing masing,” tambahnya.

Fasha juga memerintah Dinas Kesehatan Kota Jambi untuk menurunkan petugas medis untuk mengecek kondisi kesehatan seluruh petugas KPPS yang saat ini masih bekerja. Baik petugas maupun dari kepolisian dan TNI yang menjaga keamanan. 

“Saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan untuk hari ini langsung menurunkan tim medis mengecek kesehatan satu persatu petugas KPPS. Jika ada yang kondisinya tidak sehat dan kurang fit, lebih baik disuruh pulang dan istirahat,” pungkasnya. (ali)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA