Warga Mendahara Ulu Tuding Kanal WKS Penyebab Banjir

Selasa, 30 April 2019 - 08:32:58 WIB - Dibaca: 2497 kali

(ist/Jambione.com)

 JAMBIONE.COM, MUARASABAK – Sejak dua bulan terakhir, beberapa wilayah di Kecamatan Mendahara Ulu (Menhul) telah dua kali menjadi langganan banjir. Bahkan kondisi banjir saat ini semakin parah, dibanding banjir yang terjadi pertama kali pada akhir Februari lalu. Warga setempat pun menuding kanal milik PT. WKS, menjadi penyebab banjir tersebut.

Pada akhir Februari lalu, tercatat sebanyak 28 rumah di Desa Pematang Rahim Kecamatan Mendahara Ulu tergenang. Ketinggian air di rumah warga saat itu mencapai 10 hingga 13 cm, sementara di jalan ketinggian air bisa mencapai 20 cm.

Saat ini dilokasi yang sama, banjir kembali menggenangi permukiman warga. Bahkan kondisinya semakin parah dibanding banjir pertama pada akhir Februari lalu. Tercatat sebanyak 167 rumah warga Desa Pematang Rahim tergenang, dengan ketinggian air pada Sabtu (27/4) lalu mencapai 60 cm.

Terkait banjir akibat intensitas curah hujan dan luapan air sungai ini, warga setempat menduga banjir yang telah terjadi dua kali dalam dua bulan terakhir disebebkan keberadaan kanal milik PT. WKS.

Menurut salah seorang warga setempat Hasan, keberadaan kanal milik PT. WKS di sekitar permukiman warga. Dimanfaatkan perusahaan untuk mengangkut pohon akasia, namun air kanal tersebut kerap meluber hingga ke permukiman warga jika curah hujan tengah tinggi.  “Sejak ada kanal PT. WKS daerah kita sudah dua kali terkena banjir, ini tentunya sangat merugikan kami karena aktivitas sehari-hari kami terganggu,” ujarnya.

Hal tersebut juga dibenarkan warga lainnya Mahmud, meskipun saat ini genangan air di permukiman warga telah mulai surut. Mahmud berharap, ada solusi terkait banjir yang kini telah terjadi dua kali di Desa Pematang Rahim Kecamatan Mendahara Ulu. Terlebih saat ini intensitas hujan tengah tinggi, dan dikhawatirkan genangan air akan semakin tinggi.

 “Harus ada solusilah, karena kalau sudah banjir seperti ini, kami mau ke ngapa-ngapain susah. Anak-anak pergi ke sekolah saja kemarin harus pake perahu karet,” katanya.(zal)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA