JAMBI - Jelang arus puncak mudik lebaran 2019 di Jambi, Kepolisian Daerah (Polda) Jambi dan dinas terkait akan melarang mobil bermuatan berat melintas di jalur mudik termasuk mobil baru bara.
Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Jambi, Kombes R Juni mengatakan pada arus mudik lebaran nanti tidak ada mobil yang bermuatan berat melintas di jalur mudik. Kecuali sembako dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Mobil batubara dilarang melintas paling lambat 30 Mei, termasuk kontainer dan muatan berat lainnya,"katanya.
Mobil bermuatan berat seperti batubara tersebut baru dibolehkan melintas kembali setelah H + 7 lebaran. "Seminggu setelah lebaran baru boleh," ucapnya.
Dia juga menyebutkan dalam pengaman lebaran nanti terdapat 48 pos dalam operasi ketupat. Pos tersebut terdiri dari 16 pos pelayanan, 26 pos pengamanan dan 6 pos terpadu. "Yang tersebar di Jalur Lintas Sumatra, dan jalur mudik lainnya di Jambi," ucapnya.
Selain itu, rest area juga disediakan di sejumlah titik seperti Tanjung Jabung Barat akan ada di SPBU Merlung. Sarolangun akan ada di SPBU yang arah ke Linggau dan terminal. Sementara itu Bungo akan ada dua rest area yang berada di dua lokasi di sana. "Bungo ada yang jelas titiknya lupa saya,"bebernya.
Jalur yang paling rawan dalam mudik yakni Jalan Lintas Sumatera Sarolangun hingga Bungo. "Ada 59 itu, tapi yang paling rawan Jalinsum,"sebutnya.
Sedangkan Batanghari, Sarolangun dan Batanghari Tebo hanya rawan macet. "Kalau dua itu rawan macet," sebutnya.
Sementara itu, Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS mengatakan pihaknya meminta kepada para daerah yang tengah mengerjakan pekerjaan jalan di jalur mudik untuk segera diselesaikan sebelum mudik. "Agar macet tidak terjadi dan ini bahaya juga untuk pengendara sepeti Batanghari, Tebo," ucapnya.
Muchlis juga menghimbau masyarakat untuk berhati hati dalam mudik nantinya."Yang terpenting utamakan keselamatan itu saja," tandasnya. (isw)