JSMBIONE.COM, JAMBI - Mahalnya harga tiket pesawat, musim mudik tahun ini diperkirakan jumlah pemudik yang menggunakan jalur darat akan meningkat dan padat. Mengantisipasi membludaknya pemudik tersebut, Dinas Perhubungan Provinsi (Dishub) Provinsi Jambi sudah menyiapkan 590 bus baik Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).
Kabid Peruhubungan Darat Dishub Provinsi Jambi, Wing Gunariadi mengatakan, untuk menyiasati arus mudik lebaran yang kemungkinan meningkat tersebut pihaknya telah melakukan beberapa langkah antisipasi. Diantaranya meyiapkan 590 bus AKAP dan AKDP. ‘’ Dari jumlah tersebut, 312 unit bus digunakan untuk AKAP dan 13 bus cadangan yang nantinya akan siap siaga jika sewaktu waktu di butuhkan,’’ katanya, Jumat (24/5).
Kemudian, lanjut dia, bus AKDP sudah disiapkan 265 unit yang nantinya akan beroperasi pada arus mudik lebaran dalam Provinsi Jambi. "Semuanya sudah kita siapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang,"ujarnya.
Tidak hanya bus, pihaknya juga menyiapkan 27 unit mobil berukuran kecil untuk antar jemput antar kota dan antar provinsi. Kemudian, juga ada satu unit mobil pariwisata yang disediakan untuk satu jalur lintasan.
Pelepasan mudik perdana lebaran 2019 dilakukan pada 28 Mei nanti di terminal klas A Jambi Alam Barajo. Selain terminal Alam Barajo, pelepasan juga serentak dilakukan di terminal Bungo dan terminal Sarolangun.
Sebelum pelepasan, lanjut Wing, pihaknya telah mengandeng sejumlah instansi untuk melakukan pengecekan kendaraan mudik. Yakni BNNP Jambi, Balai Transportasi Darat wilayah V Jambi. Dan Direktorat Lalulintas Polda Jambi. ‘’ BNNP Jambi nantinya akan melakukan tes urine para sopir bus. Balai Transportasi akan melakukan Ram cek kepada kendaraan. Semua ini dilakukan untuk kenyamanan, keamanan dan keselamatan penumpang,"ungkapnya.
Selain itu, sejumlah pos terpadu untuk untuk mendukung lancarnya perjalan mudik juga telah disiapkan. Sepeti di area kemacetan Pasar Tumpah Sungai Landai dan Pasar Sebapo di Kecamatan Mestong, Muarojambi dan pasar lainnya.
Menurut Wing, pihaknya juga akan memanfaatkan SPBU- SPBU di jalur mudik untuk Res Area pemudik. "Kita sudah koordinasi dengan pihak SPBU dan jembatan timbang untuk res area," ujarnya.
Wing menegaskan, mobil batu bara, dan truk bermuatan non sembako dan BBM tidak boleh melintas lagi terhitung 31 Mei hingga 9 Juni 2019. "Kita siapkan semua pos posnya," sebutnya.
Bahkan dia juga menyebut di Ness ada pos khusus untuk mengantisipasi mobil bermuatan batu bara yang membandel melintas di jalur tersebut. "Kita sudah siapkan khusus satu pos gabungan di sana (Ness)," uajarnya.
Kemudian, Dinas Perhubungan juga menyiapkan alat berat di sejumlah kabupaten yang dianggap rawan longsor. Seperti Kerinci dan Sungai Penuh, Tanjung Jabung Barat, Tebo dan Sarolangun. Alat berat tersebut akan siagakan di sejumlah titik yang dianggap rawan.
‘’ Hasil rapat bersama dengan pihak terkait, seperi BMKG, Direktorat Lalulintas dan elemen lainnya, menjelang lebaran diprediksi akan terjadi kemarau. Meski demikian kita tetap waspada untuk antisipasi,"katanya
Wing juga menghimbau setiap daerah untuk memetakan kerawanan lainnya. Seperti kondisi jalan dan kerawanan dengan pihak terkait. Khususnya di jalur jalan nasional," tandasnya.
Sebelumnya, Kapolda Jambi Irjen Pol Muclis AS mengingatkan para pemudik yang akan melintasi Provinsi Jambi supaya hati hati dan waspada. Karena julur utama mudik lebaran 2019 di Provinsi Jambi saat ini sebagian besar dalam kondisi banyak yang rusak dan rawan macet.
“ Berdasarkan hasil mamping yang dilakukan tim Polda Jambi dalam rangka persiapan operasi ketupat, ditemukan begitu banyak jalur mudik yang rusak parah. Kita sudah koordinasi kepada semua pihak dan kita mendesak agar pemerintah daerah dan instansi terkait segera memperbaiki," katanya, Jumat (17/5) pekan lalu.
Menurut Jendral bintang dua ini, kondisi jalan yang akan dilalui pemudik di wilayah Provinsi Jambi kerusakannya lumayan parah dan sangat membahayakan."Rusaknya lumayan (parah). Kita sudah minta Dinas PU yang tengah mengerjakan sejumlah jalan untuk cepat menyelesdaikannya. Seperti di Batanghari, Tebo, Bungo dan daerah lainnya," ungkapnya.
Selain itu, Muchlis juga mengaku sudah melakukan survey lokasi untuk titik tertentu yang nantinya akan didirikan pos utama pengamanan lebaran. "Kita sudah petakan. Tapi nanti akan kita jelaskan saat pembukaan operasi ketupat seminggu menjelang lebaran," sebutnya.
Tidak hanya itu, orang yang digadang gadang maju di Pilgub Jambi 2021 ini juga menyebutkan terdapat 59 titik rawan di kawasan jalur mudik di Provinsi Jambi nantinya. "Itu hasil pemetaan dan maping," sebutnya.
Ke 59 titik rawan tersebut tersebar mulai dari jalur lintas perbatasan Jambi- Pekanbaru, Jambi- Palembang, dan Jalur Jambi - Padang. Selain itu, jalur lintas Tengah Jambi menuju Lubuk Linggau, Bengkulu juga rawan. "Jalur ini yang juga kita petakan dan kita siapkan pos pos induk untuk operasi ketupat," jelasnya.
Selain kerusakan jalan, jalur jalur utama bagi pemudik itu juga rawan macet karena ada pasar tumpah. Diantaranya di Pasar Tembesi."Nanti akan kita buat kontra Flow," katanya.
Disamping itu, Muchlis menghimbau kepada masyarakat untuk hati hati dan waspada.Terhadap aksi tindak kriminal. jika membawa uang dalam jumlah besar, dia menyarankan supaya meminta pengawalan anggota kepolisian. Pihaknya akan memberikan pengawalan dengan semaksimal mungkin. "Perbankkan juga kita sudah himbau, tempat tempat keramaian sudah kita koordinasikan untuk pengamanan,"pungkasnya. (isw)