JAMBI – Aktivitas pengeboran sumur minyak ilegal (illegal drilling) di wilayah Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Batanghari makin tak terkendali. Meski sudah sering ditutup dan terbakar, pengeboran sumur minyak ilegal tetap terus berlanjut hingga saat ini. Bahkan, proses pengangkutan minyak mentah dari sumur ilegal ke tempat penyulingan sudah terang terangan melintasi jalan umum.
Namun, anehnya hingga saat ini pemerintah dan aparat kepolisian terkesan kesulitan mengambil tindak tegas. Memang beberapa kali polisi melakukan operasi ke lokasi dan ada sebagian kecil yang ditangkap. Namun, itu hanya pekerja. Sementara pemilik modal terkesan dibiarkan bebas.
Melihat fenomena ini santer beredar isu di lapangan maraknya aktifitas illegal drilling ini disebabkan adanya oknum anggota ikut bermain dan menjadi pembengking. Meski belum ada bukti secara terang terangan, namun isu ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat.
‘’ Macam mano nak diberantas, poknum anggota bae banyak yang main. Mobil mobil yang negnangkut minyak ke penyulingan tu setor per bulan,’’ kata salah seorang warga yang minta namanya tidak ditulis. ‘’Sebenarnyo, ini sudah rahasia umum. Tapi dak ado yang berani lapor. Barang ni samo samo diuntungkan,’’ tambahnya.
Menanggapi isu tersebut, Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS menegaskan jika isu tersebut benar dia minta masyarakat melaporkan. Dia berjanji akan menindak dan memberi sanksi yang tegas kepada oknum anggota yang terlibat illegal drilling. "Laporkan, kita siap proses. Sangsi tegas akan diterapkan," kata Jendral Bintang Dua ini.
Terkait dengan ledakan dan kebakaran di sumur minyak ilegal Bajubang yang terjadi Rabu lalu, Muchlis mengatakan pihaknya telah memerintahkan tim Ditrektorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) untuk melakukan penyelidikan."Kita sudah turunkan tim lakukan lidik," ujarnya.
Bukan hanya itu, Muchlis bahkan mengintruksikan untuk menangkap pemodal dan pihak terkait yang bertanggung jawab atas kejadian itu. "Saya perintahkan juga untuk menangkap mereka yang terlibat," sebutnya.
Lalu apa langkah yang dilakukan untuk memberantas aktivitas illegal drilling? Muchlis mengatakan semua itu telah dibahas bersama kementrian ESDM bulan lalu. Tindakan yang akan dilakukan telah di usulkan ke pusat dan akan dibahas di sana. "Masalah minyak ini banyak yang di bahas. Soal ekonomi, soal bisnis dan lainnya," pungkasnya. (isw)