JAMBI- Kantor Imigrasi Klas 1 TPI Jambi mencatat sedikitnya ada sekitar 330 warga Negara Asing (WNA) di lima kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Mereka terdiri dari pelajar dan mahasiswa, dan pekerja. Dari jumlah tersebut, 72 orang diantaranya terdata bekerja di perusahaan perusahaan swasta.
Kepala Kantor Imigrasi Klas I TPI Jambi, Heru Santoso mengatakan ke 330 orang asing itu tersebar di di Kota Jambi, Muaro Jambi, Batanghari, Sarolangun, Bungo dan Tebo. Dari jumlah itu, sebanyak 72 orang terdata sebagai pekerja di 18 perusahaan. Baik sebagai manager, tenaga ahli maupun yang lainnya. "Yang jelas bukan pekerja kasar," ujarnya.
Ke 18 perusahaan itu, yakni PT Indopak Trending sebanyak 2 orang, PT Indoborneso Asia Internasional 2 orang, PT Aneka Bumi Pratama 2 orang, PT Thriveni 6 orang, PT Bohai Driling Service Indonesia 10 orang. Kemudian, PT Hevilift Aviation Indonesia 2 orang, PT Spice Line Internasional 1 orang, PT Minemex Indonesia 7 orang, PT Inobaja 1 orang, dan di Yayasan Bina Tunas Sejahtera 8 orang.
Selanjutnya, di PT Karya Bakri Projects 3 orang, Frankfurt Zoological Society 2 orang, PT Star Rubber 10 orang, PT Patel Trading 3 orang, PT Angso Duo Sawit 2 orang, PT Mahan Indo Global 2 orang,PT Spiceling 1 orang, dan di PT Lifeonic General Trading Orang.
Menurut Heru, 50 persen dari orang asing tersebut merupakan pelajar dan mahasiswa dari sejumlah negara di kawasan asia tenggara . Malaysia,Thailan, Vietnam dan sejumlah negara lain dari asia tenggara. Kemudian disusul dengan warga negara asing yang tinggal di kawasan imigrasi sebagai suami, anak dan istri dari orang asing. "Jumlah pasti semuanya kita belum pegang tapi data itu benar," ucapnya.
Heru mengakui, selain 330 orang tersebut, kemungkinan masih ada orang asing lainnya yang tidak terpantau dan masuk dari julur tidak resmi. "Bisa saja ada, bisa masuk dari Palembang atau jalur jalur lainnya," katanya. Namun, pihak Imigrasi terus berupaya mendata semua orang Asing yang beraktifitas di Jambi. (isw)