Berprestasi di Olahraga, Juga Moncer di Akademis dan Bidang Agama
Tidak banyak yang bisa menggapai dua kesuksesan secara bersamaan. Termasuk pada diri seorang atlet. Namun lain dengan Indriani. Selain sukses menjadi atlet dayung mewakili Jambi, pendidikannya di perguruan tinggi dan bidang agama pun tak kalah moncer.
RTS WINDA MAYANGSARI, Kota Jambi
URUSAN menggapai prestasi seringkali harus menemui benturan keras. Tak jarang dua peluang yang sama-sama di depan mata hilang begitu saja akibat tidak bisa fokus pada keduanya.
Namun itu tidak terjadi pada Indriani. Bergabung dengan PODSI Jambi sejak tahun 2017, prestasinya tidak bisa dibilang main-main. Di dayung memang prestasinya belum banyak. Namun di bidang lain, ia ternyata tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Saya sudah menjadi piatu sejak usia 10 tahun,”kata gadis berhijab yang kini berusia 21 tahun itu. Ya, Indri, demikian ia biasa disapa, ditinggal ibunya menghadap sang khalik tahun 2009 lalu.
Di saat masih membutuhkan banyak arahan dan bimbingan dari ibu, ia sudah harus menghadapinya sendiri. Maka dia pun diasuh neneknya, Hj Arjuni Tarajuan. Sejak kecil dia pun digembleng belajar seni membaca Alquran.
Sepeninggal ibunya, Indri lebih banyak berada di bawah bimbingan neneknya yang kini sudah meninggal dengan dua tantenya, Tante Rusdawati dan Tante Nur Asni. “Biasanya saya memanggil kedua tante saya dengan bunda,”sambungnya.
Pekerjaan ayahnya yang hanya seorang petani membuat anak ketiga dari lima bersaudara ini punya mental baja. Dan tentu lebih mandiri. “Sejak ditinggal ibu, saya banyak bersama bunda dan nenek saya. Termasuk dalam pengambilan beberapa keputusan penting untuk masa depan saya,”katanya lagi.
Atas kegigihannya itu, Indri kini mulai menuai hasil. Di bidang olahraga, prestasinya lumayan moncer. Ia sudah turun di pekan olahraga provinsi (porprov) Jambi. Bahkan kini ia juga menjadi salah satu andalan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Pengprov Jambi.
Mempunyai spesialisasi di nomor kayak perorangan putri (K1), Indri juga sedang mempersiapkan diri di nomor lain. “Dalam waktu dekat saya akan ikut memperkuat tim perahu naga (dragon boat) Jambi di kejuaraan internasional di Pekanbaru,”tuturnya.
Tak berhenti di situ, prestasi di bidang olahraga juga seiring dengan prestasi di bidang akademis. Ia kini tercatat sebagai salah satu mahasiswi program studi Ilmu Pemerintahan FISIP Unja. “Saya sudah semester VIII,”katanya.
Tak sekedar berkuliah, mengetahui kemampuan ayahnya, Ijun Chaniago yang hanya berprofesi sebagai petani membuatnya lebih gigih meraih prestasi. Alhasil, beberapa kali ia mendapat beasiswa sehingga bisa meringankan beban orangtua menyekolahkannya.
Buah cinta Ijun Chaniago-Almh Zainab Gunawan ini sangat sadar ada peluang untuk bisa mendapatkan beasiswa. Maka dari itu ia pun menggenjot kemampuan akademisnya untuk bisa mendapat beasiswa.
Prestasi di bidang akademis dan olahraga tak membuat Indri puas. Sejak lama, ia memang sudah memiliki keunggulan di bidang keagamaan. Di bawah bimbingan Almh Nenek Arjuni Tarajuan, ia terus mengasah bakatnya mengaji. Kini ia pun sudah menjadi penghafal Alquran alias tahfizd.
Sebelum akhirnya sukses menghafal Alquran, Indri ternyata juga sudah mengantongi beberapa piala dan juara di bidang dakwah. Masih cukup belia, ia ternyata juga piawai berdakwah.
Buktinya, ia pernah menjadi juara I lomba ceramah agama tingkat Universitas Jambi di tahun 2018. Di tahun yang sama, ia juga menunjukkan bakat lainnya dengan menjuarai lomba cerita Islami dan menempati peringkat kedua. Tak berhenti di situ, di tingkat Provinsi Jambi, tahun 2019 ini, ia berhasil menjadi penghuni peringkat ketiga lomba ceramah tingkat Provinsi Jambi.
“Ilmu-ilmu agama yang saya miliki sekarang tidak instan. Dari almarhumah nenek, saya kemudian dibimbing almarhum ibu, dan speninggal mereka berdua, masih ada bunda-bunda (tante-tantenya) yang memberi dukungan pada saya untuk belajar agama,”bebernya.
Hasil kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. Pada pembukaan pelatda KONI Jambi beberapa waktu lalu, secara khusus ia mendapat kado spesial dari Gubernur Jambi, Fachrori Umar. Mengetahui ada salah satu peserta pelatda yang menjadi tahfidz, gubernur pun mengganjar Indri dengan hadiah sebuah sepeda gunung.
“Saya sangat bahagia mendapat penghargaan dari Pak Gubernur. Ini bentuk apresiasi yang sangat luar biasa,”sambungnya. Tak lupa ia juga mendedikasikan penghargaan ini kepada adiknya, Amien Rais.
Prestasi adik kandungnya di perguruan pencak silat Tapak Suci, melecutnya untuk berprestasi di bidang olahraga. Bahkan ketika adiknya itu diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB), ia tak mau kalah. Maka tak heran jika ia pun melenggang ke Universitas Jambi.
“Saya yakin apresiasi ini bukan hanya untuk saya, tapi untuk semua atlet Jambi yang mengikuti pelatda,”katanya. Ia juga merasa sangat beruntung bisa mendapatkan hadiah dari orang nomor satu di Jambi itu.
“Saya berharap dukungan pemerintah daerah dan Pak Gubernur untuk olahraga tak berhenti sampai di sini,”pungkasnya.()