JAMBI - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi sepertinya tengah gencar melakukan pemeriksaan terhadap kasus yang telah lama diendapkan yakni kasus bantuan sosial dalam bentuk beasiswa tahun anggaran 2013 dan 2014 itu kembali memeriksa lima orang satu di antaranya kabid SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.
Sumber Jambi One di Kejari Jambi mengungkapkan pemeriksaan itu akan dilakukan dalam waktu satu minggu. Terhitung sejak Senin hingga Jumat mendatang. "Ada 21 orang semuanya diperiksa dalam seminggu ini dikebut,"katanya.
Menurutnya kemarin pihak penyidik kejati melakukan pemeriksaan pada lima orang. Namu satu di antaranya tidak hadir. "Katanya Cuma empat yang datang, Budiono, Mukti, Darmawan dan Yusprizal. Mahaputra Jaya Putra dak ado nampak," sebutnya.
Dia menyebutkan kemarin, Senin (24/6/2019) telah memeriksa mantan sekda Provinsi Jambi, Syahrasaddin. "Kalau kemarin Pak Sadin," tandasnya.
Sementara itu, Kasi Penyidikan Kejati Jambi, Willy saat dikonfirmasi mengatakan pemeriksaan itu merupakan kasus yang lama."Iya, kasus lama itu,"katanya singkat, Selasa (25/6/2019).
Sedangkan, Kasi Penerangan Hukum, Lexi Paratani saat dikonfirmasi mengatakan status kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan tim penyidik pidana khusus. "Masih lid itu statusnya belum ada tersangka. Nanti kalau ada tersangkanya di espos," sebutnya.
Lexi menyebut kan kasus tersebut merupakan kasus lama yang pernah juga melakukan pemeriksaan. "Kasus lama ini didalami lagi mungkin oleh penyidik," tutupnya singkat.
Informasinya pemeriksaan itu akan dilakukan selama lima hari terhitung sejak hari ini. Mereka tersebut yakni SYA, AF, AR, TN,EM, BD, AM, DM, MPJU, YR, HM, AM, RD, LR, MR, HI, SA, SSJ, HT, HA dan KR.
Diketahui, beasiswa bansos pada 2013, jumlah penerima hampir 10 ribu orang. Itu dibagi beberapa kategori, yaitu untuk beasiswa mahasiswa S1 PAUD, dan PGSD. Program mahasiswa S1, S2 dan S3 berjumlah 300 orang. Program ini dibagi, yaitu untuk penerima di dalam dan di luar daerah Provinsi Jambi
Dana Bansos pendidikan 2013 Rp 35 miliar. Pada 2014 dialokasikan Rp 25 miliar dan realisasi Rp 18 miliar. Nominal beasiswa mahasiswa di dalam maupun di luar daerah berbeda. (isw)