Puluhan Siswa Di Sejumlah Sekolah SMA Tidak Naik Kelas

Senin, 01 Juli 2019 - 19:38:15 WIB - Dibaca: 2743 kali

(Paradil Iwel/Jambione.com)

SAROLANGUN- Kabar mengejutkan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Sarolangun. Pasalnya, pada akhir tahun ajaran 2018/2019 ini, puluhan siswa di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Sarolangun tidak naik kelas alias tinggal kelas. 

Usai menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) serta ujian kenaikan kelas dan tiba saatnya penerimaan laporan hasil belajar (LHB). Ada 28 siswa SMAN 1 Sarolangun, tidak naik kelas lantaran tidak memenuhi syarat naik kelas

Kepala SMAN 1 Sarolangun, Alzuhri Ahmad mengatakan bahwa siswa SMAN 1 Sarolangun yang dinyatakan tidak naik kelas kurang lebih dua puluhan orang. Dimana siswa tersebut terdiri dari siswa kelas X dan kelas XI.

"Siswa tersebut tidak naik kelas karena dinilai tidak memenuhi kriteria kenaikan kelas dan itu memang hasil dari pembelajaran siswa tersebut," ujar Kepsek, Alzuhri belum lama ini kepada awak media. 

Menurutnya, banyak hal yang dinilai terkait kriteria agar siswa bisa naik kelas, juga ada item-item yang harus dipenuhi oleh siswa, diantaranya, pengetahuan, sikap, kehadiran serta pengetahuan pun ada pula pedomannya.

Ditambahkan Alzuhri Ahmad, jika pihaknya sudah berupaya melakukan pendekatan dan pembinaan kepada siswa tersebut akan tetapi itulah hasilnya. Dan apa yang sudah dilakukan sekolah dengan segala upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, agar siswa yang tidak memenuhi kreteria bisa dinaikkan akan tetapi memang belum memenuhi standar.

"Kita sudah adakan rapat bersama majelis guru, tapi itulah hasilnya," katanya lagi. 

Hal yang sama juga terjadi di SMA N 7 Sarolangun, ada belasan siswa yang tinggal kelas. Pihak sekolah SMA rujukan itu mengaku ada lebih dari sepuluh orang terdiri dari kelas X dan XI tidak naik kelas.

"Ada 16 orang," kata kepala sekolah SMA N 7 sarolangun Fatimah melalui wakil kepala sekolah Rahma.

Belasan siswa yang terdiri dari Kelas X sebanyak 10, kelas XI sebanyak 6 siswa yang tidak bisa naik kelas itu karena anak tersebut tidak bisa lagi dibina di sekolah tersebut.

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan siswa tersebut tinggal kelas. Seperti mata pelajaran yang tidak tuntas, sering Alfa dan terlambat. Meskipun sudah diupayakan dibina dan dibimbing oleh guru, wali kelas, Bimbingan Konseling (BK), wakasis dan kepala sekolah, namun siswa tersebut tidak menunjukkan perubahan. 

"Jadi mereka tidak memenuhi kriteria kenaikan kelas," katanya

Namun pihaknya menyebut jika mereka siswa yang tidak naik kelas tersebut bisa naik kelas, dengan catatan harus pindah sekolah.

"Mereka bisa naik kelas, cuma harus pindah sekolah," pungkasnya. (wel)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA