Dewan Kritik Sikap Dokter RSUD Ahmad Ripin yang Tak Layani Pasien

Selasa, 02 Juli 2019 - 09:20:44 WIB - Dibaca: 1952 kali

(Raden Samsir/Jambione.com)

SENGETI-DPRD Kabupaten Muarojambi mengkritik tindakan sejumlah dokter yang tidak memberikan pelayanan intensif kepada pasien yang berobat ke RSUD Ahmad Ripin. Kritikan ini datang dari Wakil DPRD Kabupaten Muarojambi, Eddison.

Ia menyebutkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh sejumlah dokter tersebut merupakan tindakan yang seharusnya tidak dilakukan. Pemberian pelayanan kesehatan seharusnya tetap diutamakan meskipun memang masih dalam keadaan memperjuangkan haknya.

"Seharusnya mereka tidak melakukan itu. Status mereka termasuk sebagai orang-orang yang berintelektual. Pola pikir mereka seharusnya lebih maju. Tentu tindakan tersebut secara tidak langsung merugikan pasien yang datang," ujar Edison, Selasa (2/7).

Lebih lanjut, Edison mengkritik bahwa dengan keintelektualan yang dimiliki, seharusnya dokter memperhitungkan dampak yang terjadi dari sikapnya tersebut. Pasien yang datang berobat sudah pasti kecewa dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik pemerintah Kabupaten Muarojambi tersebut akan semakin berkurang.

"Tidak hanya masyarakat yang menjadi korban karena rasa kecewa mereka, tetapi pemerintah juga ikut dirugikan. Bagaimanapun tingkat kepercayaan warga terhadap pelayanan di rumah sakit itu akan menurun, dan itu dampaknya," ujarnya.

Banyak cara yang bisa dilakukan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, salah satunya dengan menyurati DPRD Kabupaten Muarojambi. Jika permasalahan tersebut dibawa ke DPRD, Edison mengatakan bahwa pasti pihaknya akan menanggapi dan mencari solusi terbaik.

Edison berharap dan berpesan kepada seluruh struktural dalam lingkup pelayanan terhadap masyarakat, terutama dalam konteks pelayanan kesehatan untuk tidak lagi bersikap yang merugikan masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak, untuk menjaga nama baik dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik pemerintah tersebut.

"Kita berharap dan berpesan, agar kejadian ini tidak terulang lagi,"pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, selama tiga hari dokter spesialis di RSUD Ahmad Ripin tidak memberikan pelayanan intensif kepada pasien. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bagian TU Fauzan menyebutkan bahwa permasalahan ini terjadi sekitar Rabu atau Kamis (26/27 Juli). Bahkan permasalahan ini juga telah disampaikan ke Bupati Muarojambi.(wil)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA