Bencana Kabut Asap Akhirnya Terjadi Lagi Kualitas Udara Berbahaya, Sekolah Diliburkan

Senin, 19 Agustus 2019 - 06:46:04 WIB - Dibaca: 1944 kali

(eko siswono/Jambione.com)

JAMBI- Bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi akhirnya terjadi. Kemarin  (18/8) kondisi udara di Kota Jambi kian memburuk. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, kualitas udara sudah masuk dalam kagetori berbahaya.

            Taufik, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi mengatakan, berdasarakan pemantauan dari parameter Air Quality Managemnt System (AQMS), kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Minggu 18 Agustus sangat tinggi. Pada pukul 08.30 Wib di angaka 318. Kondisi itu masuk kategori berbahaya.

‘’Pada pukul 12.30 Wib turun menjadi 198, dengan kategori sangat tidak sehat. Pada pukul 14.00 Wib turun lagi menjadi 82, artinya masuk kategori tidak sehat. Kemudian pada 15.30 Wib kondisinya menurun jadi 51, masuk kategori sedang,” katanya, usai rapat dan konperensi pers di Rumah Dinas Walikota Jambi, Grya Mayang, kemarin (18/8).

Bencana kabut asap ini berdampak sangat luas.  Selain mengganggu aktifitas warga dan berdampak pada kesehatan akibat kualitas udara yang buruk, juga berimbas pada sektor usaha penerbangan dan pelayaran.

            Kepala Badan Meteoroligi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Jambi, Addi Setiadi menyebutkan, untuk kondisi jarak pandang pada 18 Agustus 2019 sangat buruk. Pada beberapa waktu, kondisi jarak pandang di bawah 3000 meter. Bahkan pada pukul 09.30 Wib jarak pandang

Turun sampai titik terendah 1.200 meter.

            Pada titik itu, menurut Addi, sangat riskan dengan resiko pendaratan bagi maskapai penerbangan. "Jarak pandang di bawah 3000 meter atau 3 kilo meter (KM) itu sangat riskan bagi penerbangan. Tapi kita serahkan semua ke pihak maskapai. Kita hanya memberikan informasi jarak padang atau visabelity,"katanya.

            Menurut Addi, berdasarkan pantauan BMKG, pada pukul 05.00 Wib, jarak pandang dalam kondisi 3.000 meter. Kemudian pada pukul 07.00 Wib turun menjadi 2.000 meter. Selanjutnya pada pukul 09.00 Wib turun menjadi 1.400 meter. Pukul 09.30 Wib turun sampai pada titik terendah 1.200 meter. Pukul 11.00 Wib berada diangka 1.600 meter. Dan pada pukul 13.00 Wib bergerak menjadi 3.100 meter hingga pukul 16.00 Wib berubah menjadi 10.000 meter.

            Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Kota Jambi langsung melakukan rapat koordinasi. Rapat yang dipimpin langsung Walikota Jambi Syarif Fasha, melibatkan Wakil Walikota Jambi Mualana, dan sejumlah Organisasi Perangkat Daeerah (OPD) terkait, diantaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan Kota Jambi. Termasuk Dirut PDAM Tirta Mayang dan Dirut RS H Abdul Manap serta RS Abdurrahman Sayouti.

            Rapat tersebut menghasilkan beberapa kebijakan. Diantaranya meliburkan pelajar hingga melakukan persiapan penanganan kesehatan dampak asap. Walikota Jambi Syarif Fasha mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan koorndiasi dengan tim terpadu Pemkot Jambi terkait penanganan asap yang terjadi di Kota Jambi.

            “Sudah diputuskan beberapa kebijakan, dan dikeluarkan maklumat. Malam ini (Minggu malam, red) suratnya ditandatangani,” kata Fasha, usai rapat kooordinsi di Rumah Dinas Walikota Jambi, Minggu Sore (18/7).

            Lebih lanjut Fasha menyebutkan, pada intinya, untuk anak PAUD dan TK akan diliburkan hingga sepekan kedepan, tehitung mulai Senin hingga Minggu (19 -25 Agustus) sambil melihat fluktuasi kondisi udara. Sementara untuk palajar SD kelas I, II, III dan IV akan diliburkan selam tiga hari kedepan, terhitung mulai Senin (hari ini).

“Untuk pelajar SD kelas V, VI  dan SMP akan dikurangi jam pelajarannya. Kemungkunan jam masuk sekolah yang di perlambat. Karena berdasarkan pantauan, kepekatan asap terjadi pagi hari,” ungkapnya.

            Selain itu, lanjut Fasha, pihaknya juga akan mengeluarkan semua stok masker yang ada di Pemerintah Kota Jambi. Nanti akan dibagikan ke semua sekolah baik negri maupun swasta.

“Sekolah juga ditegaskan untuk meniadakan kegitaan di luar ruangan,” katanya.

 “Jika ada sekolah yang tidak mematuhi maklumat, maka akan di sanksi. Baik itu sekolah negeri maupun swasta,” tambahnya.

            Menurut dia, saat libur, pelajar juga diberi tugas belajar di rumah. “Supaya tetap belajar di rumah, jadinya hanya memindahkan tempat belajar. Bagi guru sertifikasi jangan khawatir, itu urusan kami terkait jam mengajar. Nanti akan dilayangkan surat ke kementrian,” sebutnya.  

            Kepada masyarakat Kota Jambi Fasha mengimbau, agar selalu menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah. Sementara untuk pelayanan kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit Abdul Manap, Kantor Dinas dan Sekolah akan menyiapkan ruang pemulihan. “Intinya, saya tekankan Puskesmas dan RS Abdul Manap, jika ada pasien terpapar asap, wajib ditindak dan dilayanai. Itu gratis. Kita berharap tidak ada korban terpapar asap,” katanya.

            Selain itu Fasha juga menginstruksikan kepada bagian kesra kota Jambi untuk diagendakan shalat meminta hujan.

            Sementara itu, berdasarkan pantauan Sensor Modis (Satelit Terra & Aqua) dan Suomi NPP dengan tingkat kepercayaan diatas 50 persen, tanggal 18 Agustus 2019 pukul 16.00 WIB di Wilayah Provinsi Jambi terdapat 16 (enam belas) titik panas. Yaitu di Kabupaten Batanghari 2 titik, Tanjung Jabung Timur 3 titik dan Kabupaten Muaro Jambi 11 titik.

            "Titik panas itu bisa kemungkinan besar titik api. Tapi diperlukan kroscek lokasi,"kata Addi Setiadi Kepala BMKG Stasiun Jambi. Sedangkan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi terjadi di bulan September minggu ketiga.

            Sedangkan terkait wacana Satgas Karhutla yang akan melakukan hujan buatan, menurut Addi suatu hal yang bagus. Namun, lanjut dia, yang ada saat ini awan australis yang kering. Jika di lalukan hujan buatan akan memakan banyak bahan. " Awan australis itu tipis dan mudah pecah kena angin. Bisa memang dibuatb hujan buatan. Tapi butuh biaya yang besar sekali. Bisa jadi miliaran rupiah,"pungkasnya.(isw)

 

 

 

 

 

 

 

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA