JAMBI – Almarhum Serda Rikson Edi Chandra akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Prabumulih, pagi ini, Jumat (30/8) pukul 09.00 WIB. Jenazah Anggota TNI dari Yonkav 5/ Serbu Kodam II / Sriwijaya itu tiba di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II Palembang Kamis (29/8), sekitar pukul 18.30 Wib.
Kedatangan anggota TNI Asal Kota Jambi itu disambut dengan upacara Militer
di bandara. Selanjutnya jenazah Almarhum Serda Rikson Edi Candra diberangkatkan dari Chargo Bandara SMB II Pelembang menuju Rumah duka di Jalan Lintas Palembang – Prabumulih, Desa Karang Endah, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim
" Jenazah almarhum diangkut menggunakan Mobil Jenazah Garnizun Palembang dengan pengawalan dari Denpom II/4 Palembang,"kata sumber jambione.
Sebelumnya, Kapenrem Korem 042Garuda Putih, Mayor Inf Firdaus mengatakan jenazah Alm diberangkatkan dari Timika, Papua menuju Jakarta transit di Bali dengan pesawat garuda pukul 11.00 Wit. Jenazah tiba di Jakarta pukul 15.30 Wib. "Dari Jakarta ke Palembang menggunakan pesawat Garuda pada pukul 17.20 wib tiba di palembang pada pukul 18.30 wib,"katanya.
Seperti diberitakan, Serda Rikson Edi Candra gugur saat menjalankan tugas di Papua. Serda Rikson yang diketahui beralamat di jalan Nuri 1, RT 25, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi meninggal dunia dengan luka bagian kepala terkena senjata tajam/sejenis parang dan luka panah pada bagian kepala. Dia kena serangan saat ikut mengamankan aksi demonstrasi di Deiyai, Papua, Rabu (28/8) .
Polisi menduga, penyerangan tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Papua. Mereka melakukan penyerangan kepada aparat kemanan yang tengah menjaga unjuk rasa di Deiyai, Papua. Akibatnyaa kontak senjata tak terhindarkan.
Selain anggota TNI, lima anggota Polri juga terluka dalam penyerangan itu.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, dalam peristiwa ini satu Anggota TNI dipastikan meninggal. Sedangkan 5 polisi mengalami luka panah “Satu TNI meninggal, ada tambahan lima anggota polri terluka panah. Penyerangnya diduga terindikasi kelompok KKB,” ujar Dedi di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Rabu (28/8).
Menurut Dedi, kejadian ini bermula saat 150 orang berunjuk rasa menuntut Bupati Deiyai menandatangani persetujuan referendum Papua, pukul 13.00 WIT. Aparat kemananan kemudian melakukan negosiasi dengan massa.
“Pada saat proses negosiasi itu sedang berlangsung, sekitar pukul 14.00 WIT muncul kurang lebih sekitar ribuan masyarakat dari berbagai macam penjuru dengan membawa sajam dan panah, langsung melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan,” ungkapnya.
Dedi menjelaskan, penyerangan ini diduga karena ada kabar masyarakat sipil meninggal. Padahal sejauh ini kabar tersebut belum terkonfirmasi. Polda Papua masih mendalami informasi tersebut.(isw)