SAROLANGUN- Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) juga menjadi ancaman serius di Kabupaten Sarolangun. Berdasarkan data dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun, dalam dua bulan, Juli dan Agustus 2019, luas lahan yang terbakar di daerah tersebut mencapai 230.09 Hektar (Ha) lebih.
Menurut dia, ke 230,09 hektar lahan yang terbakar itu tersebar di sejumlah kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Sarolangun 45.57 Hektar, Bathin VIII 4,1 hektar. Berikutnya,
Kecamatan Pelawan pada bulan Agustus terjadi 4 Kali karhutla dengan total lahan terbakar 5,2 Hektar. Lalu, Singkut 4 Hektar, dan Limun 80 Hektar hutan lindung yang terbakar.
Selanjutnya, kecamatan Cermin Nan Gedang 3.16 Hektar, Pauh 39.46 Hektar, Mandiangin 33 Hektar, dan Kecamatan Air Hitam 15.4 Hektar. “Dari sekian banyak kejadian, yang paling luas karhutlanya kecamatan Limun, Sarolangun, Pauh, Mandiangin dan Air Hitam. Yang terbakar tersebut lahan gambut, perkebunan perusahaan, hutan lindung, lahan perkebunan milik warga,” jelasnya. (wel)