Asap Makin Parah; Di Kota Jambi Dua Pekan ISPA Naik 5.000 Kasus

Selasa, 17 September 2019 - 05:50:23 WIB - Dibaca: 1444 kali

()

JKota Jambi -- Kota Jambi terjadi peningkatan jumlah penderita Insfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yang sangat signifikan. Wali Kota Syarif Fasha mengungkapkan, awal September 2019 lalu jumlah korban yang terpapar ISPA di Kota Jambi mencapai 11.600 kasus. Dalam dua pekan terakhir, sampai Senin (16/9) kemarin, jumlah tersebut naik menjadi 16.000 kasus. ‘’ Berarti ada lonjakan lebih kurang 5.000 kasus,’’ kata Fasha di rumah dinas Wali Kota, Senin (16/9) kemarin.

            Lonjakan kasus ISPA ini menjadi perhatian khusus Pemerintah kota Jambi. Pihaknya selalu mengawasi kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di wilayah Kota Jambi. 

"Kami Pemkot Jambi berusaha semaksimal mungkin bagaimana meminimalisir korban-korban ISPA yang terpapar, yaitu dengan berbagai regulasi dan kebijakan-kebijakan. Salah satu contohnya adalah maklumat yang sudah saya keluarkan. Kami akan mengatur masalah libur sekolah dan mengurangi jam belajar. Itu sudah kami lakukan, sudah ada dua kali kami lakukan," katanya.

            Fasha menjelaskan, pemerintah kota sudah mengeluarkan kebijakan meliburkan dan mengurangi jam belajar bagi PAUD, SD, dan SMP. Selain itu juga mewajibkan setiap sekolah menggunakan ruang UKS untuk menyediakan ruangan bagi anak-anak yang terpapar asap.

            "Kami juga tidak memperbolehkan lagi ada kegiatan kegiatan di luar di sekolah. Seperti pelajaran olahraga, Pramuka dan sebagainya. Semua itu kewenangan para kepala sekolah untuk menunda jam belajar masuk dan pulang cepat," katanya. 

            Pemerintah Kota Jambi juga selalu mengupdate data kondisi kualitas udara  tiap 30 menit. Berdasarkan data itu dapat diambil kesimpulan, apakah siswa masuk atau libur sekolah. 

"Tiap sekolah sudah memiliki wadah, jadi informasi ini bisa cepat sampai. Dan kami berikan kewenangan kepala sekolah untuk mengambil keputusan sikap,  Apakah mau menunda jam belajar jam 9 dan pulang jam 1," katanya.

            Fasha menambahkan, pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit, khususnya rumah sakit pemerintah kota sudah diintruksikan untuk melaksanakan piket sampai malam, untuk melayani pasien ISPA. "Kami juga sudah menyiapkan satu ruangan di rumah sakit. Jika memang terbukti terpapar asap tidak boleh dipungut biaya,  gratiskan semua," tambahnya.

            Pihaknya juga menghimbau warga untuk tidak melakukan pembakaran sampah di kota Jambi.  "Kota Jambi tidak punya hotspot tetapi warga kota Jambi itu adalah korban, hotspot itu adanya dikabupaten. Saya selaku Wali Kota Jambi tidak bisa juga mengintervensi Kabupaten, karena bukan kewenangan kami," tambahnya. (ali)

 

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA