Ditargetkan, 15 Desember Tidak ada Lagi Aktivitas Illegal Drilling

Sudah 935 Sumur Minyak Ilegal Ditutup

Sabtu, 07 Desember 2019 - 10:35:44 WIB - Dibaca: 1516 kali

(Eko Siswono/Jambione.com)

JAMBI - Tim Gabungan pemberantasan illegal drilling terus gencar memberantas dan menutup aktivitas penambangan sumur minyak ilegal di Kabupaten Batanghari dan Sarolangun.  Sejak operasi digelar, 26 November lalu, hingga Jumat (6/12) kemarin tercatat sudah 935 sumur minyak illegal yang ditutup tim dari TNI-Polri, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi dan pihak terkait lainnya ini. 

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi Kombes Pol Thein Tabero mengatakan pihaknya melakukan operasi sejak tanggal 26 November hingga 15  Desember 2019 mendatang. Sejauh ini telah dilakukan penutupan sebanyak 935 sumur. Sebagian besar sumur minyak illegal itu sudah ditingkalkan para penambang. "Sumur sumur tersebut ditutup menggunakan kayu dan batu,"katanya, Jum'at (6/12).

Selain menggunakan batu dan kayu, menurut Tabero sumur sumur minyak illegal itu juga dipasang garis polisi (police line). Besi besi menjulang tinggi ke udara yang digunakan untuk melakukan pengeboran juga turut dirobohkan. Sehingga tidak dapat lagi digunakan. "Warung warung yang ada di sekitar lokasi juga kita robohkan. Katrol yang digunakan untuk manarik minyak dari dalam lubang juga turut dimusnahkan,"ungkapnya.

Data dari Polda Jambi, di Kecamatan Bajubang, sejak Senin  2 Desember 2019 terdapat 225 sumur yang ditutup. Kemudian Selasa 3 Desember 2019; 245 sumur. Rabu, 4 Desember 2019; 225 sumur. Lalu pada Kamis 5 Desember 2019; 125 sumur. Total untuk Kabupaten Batanghari terdapat 820 sumur minyak ilegal yang sudah ditutup.

Kemudian di Kabupaten Sarolangun, Senin 2 Desember 2019; 40 sumur minyak ilegal ditutup. Selasa 3 Desember 2019; 30 sumur, Rabu 4 Desember 2019; 20 sumur dan Kamis 5 Desember 2019 sebanyak 25 Sumur. total jumlah sumur minyak ilegal di Kabupaten Sarolangun yang sudah ditutup sebanyak 115.

Menurut Tabero, aksi penindakan ini baru dilakukan sejak Senin (2/12). Sebelumnya, 26 November hingga 30 Desember tim melakukan sosialisasi dan himbauan menghentikan aktivitas illegal drilling. Sampai hari ini (kemarin) tim gabungan masih terus bergerak di lapangan. Kita optimis hingga akhir operasi, 15 Desember  nanti sudah tidak ada lagi aktivitas illegal drilling. Kita juga akan menutup  semua sumur minyak illegal tersebut, pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS mengatakan, saat ini terdata ada 2.300 sumur minyak illegal di Kabupaten Batanghari dan Sarolangun.  Muchlis memastikan seluruh sumur minyak illegal tersebut akan ditutup secara permanen.  Dalam operasi ini kita akan menutup secara permanen seluruh sumur minyak ilegal supaya tidak digunakan lagi. Kalau masih ada yang nekat berkativitas lagi tinggal kita tangkap,"katanya Rabu lalu. 

Muchlis membantah tim di lapangan hanya memasang police line (garis polisi) di sumur sumur minyak illegal.  Tidak ada itu. Semua (sumur minyak) kita tutup secara permanen, tegasnya. 

Menurut dia, banyak rintangan yang dihadapi tim di lapangan. Selain lokasi yang jauh dan susah diakses, tim juga harus menutup sumur secara permanen. Makanya, jenderal polisi bintang dua ini juga meminta kepada Pertamina ikut serta dalam penutupan sumur minyak ilegal.  (isw)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA