Usai Imlek Ground Breaking Pembangunan Pabrik dan Perusahaan Tiongkok Investasikan Rp100 M

Sarang Walet Bakal Sumbang Devisa untuk Jambi

Jumat, 03 Januari 2020 - 07:25:18 WIB - Dibaca: 1593 kali

PENANDATANGANAN: Direktur JIC dan investor asal Tiongkok menandatangani kesepakatan kerjasama investasi disaksikan pihak Pemprov Jambi.
PENANDATANGANAN: Direktur JIC dan investor asal Tiongkok menandatangani kesepakatan kerjasama investasi disaksikan pihak Pemprov Jambi. (Indrawan/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI-Tak banyak diramaikan, ternyata produk sarang burung walet (SBW) Jambi  diminati pengusaha Tiongkok. Bahkan kini sudah ada kesepakatan antara pemerintah dan pengusaha Tiongkok dengan pemerintah Indonesia.

Dan mulai Februari 2020 nanti direncanakan ground breaking pembangunan pabrik pemurnian sarang burung walet akan dibangun di Kemingking, Muarojambi. Hal ini diungkapkan Mr Zhu Chunhua, Chairman of Shanghai Songhe Health Technology Co, Ltd. Perusahaannya akan menanamkan modal sekitar Rp100 miliar untuk membangunan kawasan industri yang terintegrasi.

“Kami bersama 50 investor SBW asal Tiongkok telah bersepakat membeli produk SBW asal Jambi. Karena di Tiongkok SBW harus ber-barcode (bersertifikat), maka kami akan menanamkan modal untuk membangun pabrik pemurnian SBW di Muarojambi. Tentu harapannya adalah agar SBW yang dieskpor Jambi ke Tiongkok sudah tersertifikasi dan sesuai standar dari Negara kami,”katanya pada Forum Investasi, Produksi dan Ekspor Sarang Burung Walet (SBW) yang dihadiri 50 calon investor dari Tiongkok di Hotel BW Luxury, Kota Jambi 25 Desember 2019 lalu.

Ini sekaligus menjadi kado indah buat HUT ke-63 Pemprov Jambi tahun 2020. Bahkan usai peringatan Imlek 2020 nanti ground breaking pembangunan industri pembersihan SBW dilaksanakan. Tak tanggung tanggung nilai investasi pembangunan kawasan industri terpadu itu mencapai Rp100 miliar.
"Potensi sarang burung walet di Jambi sangat besar. Hal ini yang membuat kami di Tiongkok berminat untuk bekerjasama dengan Indonesia khususnya Jambi,"kata Zhu Chunhua, lagi.

Dia yang datang bersama Me Wang Qiang, President of Bird Nest and Collagenous Food Industry Committee of China National Food Industry Association, mengatakan bahwa  pabrik pengolahan ini diperkirakan akan mampu menyerap hingga 3000 pekerja. “Ini tentu sangat padat karya dan mampu memberdayakan masyarakat Muarojambi,”kata Wang Qiang melalui penerjemahnya.

Dilanjutkannya bahwa kawasan industri  ini akan terintegrasi. Sebab dalam inestasi yang akan ditanamkan juga termasuk pembangunan kawasan wisata di dalamnya.
“Kami juga akan membangun kawasan wisata industri pemurnian SBW. Selain itu, kawasan juga direncanakan akan menjadi salah satu check point wisatawan Tiongkok di Jambi atau Indonesia. Tentu kami akan membawa public influencer agar kawasan ini makin bisa cepat dikenal masyarakat luas,”bebernya.
Kawasan industri ini sendiri akan didirikan di kawasan seluas kurang lebih 2000 hektar. Kawasan itu sendiri adalah Jambi Integrated City (JIC).

Direktur JIC Estate, Zinda Alamsjah, mengatakan bahwa kawasan ini sangat strategis. Posisinya yang berdekatan dengan berbagai sumber daya membuat dengan kawasan ini sangat potensial.

“Kawasan ini sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2020-2024. Bahkan JIC sudah masuk kawasan industry nasional prioritas karena mendatangkan devisa,”bebernya.  Ia juga mengatakan bahwa kawasan in imenjadi pusat industri baru di Provinsi Jambi.

Sementara itu, Kepala balai Karantina Hewan dan Tumbuhan Provinsi Jambi, Guntur, SP, MM, mengatakan bahwa produk sarang burung walet dari Jambi selama ini memang cukup besar keluar dari Jambi.
“Setahun paling tidak 40-50 ton SBW yang dibawa keluar negeri. Tentu ini sangat prospektif,”katanya di kesempatan yang sama.

Dia menggaris bawahi bahwa mungkin produksi SBW Jambi sebenarnya lebih dari itu. Sebab yang dicatat Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan Jambi hanya yang dibawa melalui bandar udara. “Sementara yang dibawa lewat darat kita tidak bisa memantau. Daerah tujuan pengiriman masih daerah-daerah tertentu. Rata-rata dibawa ke Malaysia, Vietnam, Singapura, Medan, Jakarta, Bali dan Surabaya,”urainya.
Dia pun menyambut baik rencana investasi ini di Jambi. Artinya, nanti Provinsi Jambi bisa punya produk sendiri yang dikeluarkan melalui jalur transportasi di Jambi ke luar daerah bahkan keluar negeri. “Ini penting untuk meningkatkan pendapatan Pemprov Jambi,”tandasnya. (tya)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA