Kemenkes Bantah Pasien di Jambi Terinveksi Virus Corona

Pemprov Jambi Minta Masyarakat Tak Panik

Senin, 27 Januari 2020 - 07:22:09 WIB - Dibaca: 1882 kali

(ist/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI- Kabar adanya warga Jambi yang diduga terinfeksi Virus Corona membuat heboh. Bahkan tidak hanya satu orang yang dirawat. Tapi ada tiga teman pasien lagi yang atas inisiatif sendiri minta diperiksa di RS Raden Mattaher, takut tertular virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.

Plt Dirut RSUD Raden Mattaher Jambi, Samsiran membenarkan ada tiga teman pasien yang sedang menjalani perawatan di RS Raden Mattaher Jambi minta diperiksa juga. " Mereka hanya minta diperiksa saja, takut terinveksi virus tersebut. Jadi tidak benar kalau mereka juga diduga teriveksi," kata Samsiran, Minggu (26/01).

Kadis Kesehatan Provinsi Jambi ini mengatakan, hingga Minggu sore satu pasien yang diduga terivemsi Virus Corona masih menjalani pemeriksaan intensif. Pasien tersebut sudah dirawat di ruang isolasi. Menurut Samsiran, satu pasien yang diduga terinveksi Virus Corona memang baru pulang dari Wuha, China.

" Saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif. Kalau hasil lab positif akan kita kirimkan ke Jakarta. Sementara ini hasilnya belum diketahui," pungkasnya.

Wakil Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi, dr Dewi Lestari menambahkan, virus Corona dapat menyebar melalui udara. Sehingga yang diserang adalah organ pernafasan. Seperti sesak nafas, flu dan juga demam.  

Menurut dia, pihak rumah sakit sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dan juga Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang berada di bandara. "Dengan ini pihak RSUD juga menginformasikan kepada masyarakat, untuk menjaga kesehatan. Seperti selalu cuci tangan, pakai masker dan jangan berpergian ke tempat yang ramai," imbaunya.

Bagi masyarakat yang mau berkunjung ke rumah sakit, diharapkan jangan di luar jam besuk. Apalagi jika membawa anak-anak di bawah usia 12 tahun. "Anak anak dan Lansia yang sangat rentan terkena virus," katanya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan tidak ada pasien yang terinfeksi virus Corona. Penjelasan tersebut usai ramai salah satu pasien di Jambi diisolasi usai mengeluh sakit setelah berkunjung ke China.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati mengatakan pasien didiagnosis menderita influenza. "Aman. [hanya] influenza dengan gejala penyerta," ujar Widyawati dilansir dari CNNIndonesia.com, Minggu (26/1).

Untuk mencegah merebaknya informasi yang bisa membuat panik warga, tadi malam Pemprov Jambi mengeluarkan rilis resmi terkait seorang pasien dengan diagnosa radang pernafasan yang saat ini dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi. Dalam rilis tersebut, Pemprov Jambi melalui Kadis Kesehatan sekaligus Plt. Dirut RSUD Raden Mattaher, dr.Samsiran Halim dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah menjelaskan beberapa hal terkait si pasien.

Pertama, pihak RSUD Raden Mattaher tidak mengatakan pasien itu suspect (dicurigai) virus 2019-nCov (familiar disebut Virus Corona). Tapi pasien dirawat dengan diagnosa kerja radang atau infeksi saluran nafas atas atau bawah. Karena yang bersangkutan  pernah melakukan perjalanan ke Wuhan (China), maka tata kelolanya dilakukan isolasi dan sedang dilakukan pemeriksaan lanjutan termasuk laboratorium.

Kemudian, Pihak RSUD Raden Mattaher sudah melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan riwayat perjalanan dan kontak. Pihak RSUD Raden Mattaher juga sudah mengambil spesimen laboratorium dan mengirimkan spesimen itu ke pusat untuk dilakukan  pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, juga sudah dilakukan koordinasi antara Dinas Kesehatan dan KKP untuk notifikasi dan mendistribusikan Health Allert Card utk close contact.

Berdasarkan fakta den penjelasan tersebut, Pemprov Jambi mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Tidak panik dan resah, serta tidak menyebarkan berita-berita yang belum tentu kebenarannya tentang Virus Corona. Pemprov juga mengimbau masyarakat melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, yaitu dengan melakukan cuci tangan secara rutin, dengan menggunakan sabun. Menjaga kesehatan dengan memperbanyak makan buah dan sayur, olahraga dan aktivitas fisik.

‘’ Apabila ada yang sakit dengan gejala demam, batuk, dan pilek, atau sesak nafas. Terutama bagi kurang dari 14 baru pulang dari negara yang ada kasus virus Corona, gunakan masker dan segera periksa ke fasilitas kesehatan,’’ kata Samsiran dalam rilis tersebut.

Di bagian lain, dalam rangka peningkatan kewaspadaan penyebaran penyakit Pneumonia dari negara China, PT Angkasa Pura II Bandara Sultan Thaha Jambi bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Jambi melakukan beberapa upaya pencegahan potensi masuknya virus melalui penumpang.

EGM Bandara Sultan Thaha Jambi, M Hendra Irawan mengatakan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Jambi telah mengeluarkan edaran terkait peningkatan kewaspadaan penyebaran penyakit Pneumonia dari Negara republik tiongkok. "Pihak KKP meminta dukungan kepada pengelola bandara dalam hal penyebarluasan informasi terkait penyakit dimaksud dan dukungan fasilitas kesehatan seperti ruang isolasi," katanya.

Dalam hal pengetatan pengawasan penumpang sendiri, pihak KKP melakukan pengecekan suhu tubuh penumpang yang tinggi menggunakan alat deteksi suhu tubuh (infra red) dan surveilance syndrome kepada penumpang serta pemeriksaan dokumen penerbangan terutama penumpang dari Negara terjangkit. 

Ali Isha Wardhana, Kepala KKP Kelas III Jambi mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan hingga saat ini belum ditemukan penumpang dengan suhu diatas 38°C.

Dalam hal peningkatkan  pengawasan aktivitas penumpang pihak bandara memanfaatkan kamera CCTV di area terminal serta menghimbau kepada seluruh karyawan serta stakeholder khususnya yang bertugas sebagai frontliner agar menggunakan alat pelindung diri seperti masker.

Walaupun bukan merupakan pintu masuk utama internasional, Bandara Sultan Thaha Jambi tidak menutup kemungkinan tetap dilalui penumpang yang baru saja bepergian ke negara China melalui beberapa bandara internasional lain di Indonesia.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto meminta Pemerintah Provinsi Jambi untuk tanggap terhadap isu Virus Corona di Jambi. Ini terkait banyaknya informasi yang beredar di masyarakat yang berpotensi menimbulkan kepanikan. Karena itu, pihak terkait harus terbuka dan menjawab isu yang beredar.

Edi meminta pemerintah untuk membentuk pusat informasi atau media center. Tujuannya selain berfungsi untuk mengedukasi masyarakat, yang paling penting juga memberikan update informasi terkait penyebaran Virus Corona ini, jika memang ada. Ini penting, agar masyarakat tenang dan mendapatkan informasi yang benar.

“Saya berharap masyarakat juga tidak langsung percaya dengan broadcast-broadcast yang tersebar di grup-grup komunikasi ataupun medsos. Masyarakat harus merujuk ke sumber-sumber resmi,” tegasnya.

Selanjutnya, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi ini berharap para pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah-langkah taktis. “Kita tidak boleh panik, tapi antisipasi harus, jangan sampai kecolongan. Pihak Bandara, Imigrasi, Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit saya harap cepat  tanggap,” pungkasnya.(fey/dre)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA