Jambione.com – Proyek gedung Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro (Undip) akhirnya rampung dikerjakan. Kampus yang didanai ABPD sebesar Rp 9 miliar lebih ini, dikerjakan molor selama 14 hari, sehingga harus membayar denda Rp 8 juta per hari dengan jumlah total yang harus dibayarkan sekitar Rp 112 juta.
Kampus Undip sendiri dibangun di kawasan GOR Mbesi di Jalan Rembang-Blora. Kontraktor pelaksananya PT. Padat Sari Perkasa dan konsultan pengawas CV Multiline. Waktu pengerjaan 145 hari. Tercatat dari tanggal kontrak yang tertera di papan proyek Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga tanggal 07 Agustus 2019. Sesuai nomor kontrak 00001/kkt/1.01.01.01/VII/ 2019.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Pembangunan Kampus PSDKU Undip di Rembang, Nugroho Tri Utomo mengakui, jika proses pembangunan fisik sudah selesai. Untuk Serah Terima Pertama atau provisional hand over ( PHO ) antara Kontraktor Pelaksana dan PPK tanggal 11 Januari.
”Mundurnya 14 hari dari target tanggal 29 Desember 2019. Untuk proses finishingnya memang cukup lama,” unjarnya pada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (27/1).
Dengan rampungnya pekerjaan tersebut masih ada tahapan lagi. Hal ini mencangkup dua unsur, pertama bangunan dan tanah. Kebetulan yang memiliki kewenangan berbeda. Untuk bangunan di Dinas Pendidikan, sementara tanah menjadi pengelola barang. Ranah Sekda.
Arahnya serah terima dijadikan satu. Rencananya diserahkan Sekda, atas nama Pemkab kepada Rektor Undip. Untuk kaitannya teknis tersebut masih ada koordinasi pimpinan. Untuk membahas serah terima pembangunan.
”Mundurnya 14 hari. Kita beri kesempatan penyedia menyelesaikan pekerjaan. Konsekuensi haris membayar denda selama waktu tersebut. lalu tidak boleh menuntut kalau ada keterlambatan pembayaran, karena di induk 2020 belum ada anggaran untuk pembayaran penyelesaian,” jelasnya.
Selain harus membayar denda. Terkait volume bangunan sudah di PHO. Namun jika dalam 6 bulan ke depan ada kerusakan, mall fungsi seperti kebocoran atau listrik tidak berfungsi penyedia masih harus bertanggung jawab selesaikan.
Untuk sekadar diketahui publik. Gedung yang baru dibangun tersebut diklaim milenial. Bahkan, digadang-gadang menjadi gedung perkuliahan yang ramah difabel. Ke depan bagian tengah diberikan akses lift untuk memudahkan jangkauan belajar. Targetnya menjadi kota nasional baru.(ks/noe/ali/top/JPR)