Jambione.com, JAMBI- Awal 2020 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Jambi mengkhawatirkan. Pada Januari ini sudah 133 warga Kota Jambi yang positif terkena DBD, dan satu di antaranya meninggal.
"Januari hingga tanggal 27 ada 133 kasus, satu diantraanya meninggal," kata Ida Yuliati, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi.
Sementara pada 2019 sebut Ida, terdata 634 warga kota Jambi terserang DBD. Dari total tersebut, 10 di antaranya meninggal dunia. Penderita DBD tersebut tersebar di beberapa kecamatan Kota Jambi. Seperti di Kecamatan Telanai Pura terdapat 48 penderita DBD, dan 1 di antaranya meninggal dunia.
Kemudian Kecamatan Jambi Timur terdapat 71 penderita DBD. Kecamatan Jambi Selatan terdapat 54 penderita DBD dan 1 di antaranya meninggal dunia. Kecamatan Danau Teluk terdapat 2 penderita DBD, Kecamatan Pelayangan terdapat 9 penderita DBD dan 1 di antaranya meninggal dunia.
Selain itu di Kecamatan Pasar Jambi terdapat 16 penderita DBD, Kecamatan Kotabaru terdapat 103 penderita DBD dan 2 di antaranya meninggal dunia. Kemudian Kecamatan Jelutung dengan 71 penderita DBDdan 2 di antaranya meninggal dunia. Kemudian Kecamatan Danau Sipin dengan jumlah penderita DBD sebanyak 37 orang. Kecamatan Paal Merah terdapat 124 penderita dan 2 diantaranya meninggal dunia, dan Kecamatan Alam Barajo dengan jumlah 99 penderita DBD di mana 1 di antaranya meninggal dunia.
“Terbanyak itu di Kecamatan Paal Merah, disusul Kecamatan Kotabaru, dan Kecamatan Alam Barajo. Total ada 634 penderita,” katanya.
Ditambahkan Kabid PMK Dinkes Kota Jambi, Nur Indrayeti, pihaknya kini terus berupaya mengantisipasi dan mencegah penularan penyakit DBD ini. Diantaranya dengan cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang kini sering digalak-galakkan. Namun Ia masih mengeluhkan kesadaran masyarkat terkait peduli terhadap lingkungan masih rendah.
“Sejauh ini warga itu kurang peduli dengan kebersihan lingkungan. Sehingga sangat mudah terjangkit,” jelasnya.
Selain itu, dirinya juga mengimbau agar tak menyepelekan demam yang menjangkit anak maupun keluarga. Biasanya, ciri-ciri DBD ini ditandai dengan keluar nya bintik merah di sejumlah bagian tubuh.
“Kalau demam ini meningkat di hari keempat dan kelima. Dan ini bahaya, jadi jika memang terjadi demam sejak hari pertama diharapkan cepat berobat atau ke dokter,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengaku, pihaknya sudah bekerja ekstra mencegah dan menanggulangi kasus DBD. Memang saat ini pihaknya masih terkendala obat fogging.
“Yang kita lakukan sudah ekstra. Semua kelurahan , kecamatan, bahkan Dinkes sudah kita bekali dengan mesin fogging. Permasalahannya saat ini adalah obat fogging yang langka,” jelas Fasha.
Selain itu juga, saat ini pemakaian obat fogging juga dibatasi. Sebab, obat fogging tersebut dianggap berbahaya, sehingga pemakaiannya harus dibatasi sesuai instruksi dari pusat.
“Kami sudah bilang ke lurah, coba pinjam ke provinsi. Kami juga minta kepada provinsi, jika punya stok obat yang diperbolehkan berikan kepada kami,” pungkas Fasha. (ali)