Dari 2.803 Peserta Tes CPNS di Bungo, Hanya 945 Pelamar Lulus Passing Grade

Selasa, 18 Februari 2020 - 11:33:46 WIB - Dibaca: 3430 kali

()

Jambione.com, Muarabungo – Jumlah peserta Tes Seleksi Kompetisi Dasar (SKD)  Calon Pegawai Negeri Sipil(CPNS) yang lulus Passing Grade di Kabupaten Bungo meningkat tajam. Tercatat ada 945 peserta ujian yang dinyatakan mampu melewati nilai ambang batas syarat minimal kelulusan tahun ini. Jika dibandingkan dengan total 2.803 pelamar yang sampai mengikuti tes, angka itu mencapai 33,71 persen.

Jumlah itu kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah(BKPSDMD)  Kabupaten Bungo, R Wahyu Sarjono, jauh melampui kelulusan tes SKD tahun sebelumnya yang hanya 5 persen dari total pelamar. “Kalau tahun sebelumnya jauh di bawah itu, hanya 5 persen,” ujar Wahyu yang menyebutkan bahwa ini bukti kualitas pelamar CPNS di Kabupaten Bungo membaik dari sebelumnya.

Untuk Kabupaten Bungo sendiri Passing Grade menurut Wahyu ditetapkan total nilai 271. Atau nilai 65 untuk Tes Wawasan Kebangsaan(TWK). Nilai 80 untuk Tes Intelegensia Umum(TIU) dan nilai 126 untuk Tes Karakteristik Pribadi(TKP).

Sementara dari hasil evalusi panitia, sambung Wahyu tercatat 68 orang dari 2.871 peserta tidak mengikuti tes SKD. Jumlah itu berdasarkan absensi dan rekap nilai yang ada pada panitia. “Otomatis mereka yang tidak mengikuti tes SKD itu gugur,” ucap Wahyu.

Meski jumlah yang lulus passing grade mencapai 945 orang, belum otomatis katanya semuanya berhak mengikuti Tes Seleksi Kompetensi Bidang(SKB). Sebab, masing-masing dari pelamar yang lulus passing grade itu harus menunggu rekapitulasi rangking per formasi keluar.

Jika yang bersangkutan masuk tiga besar maka berhak ikut SKB. Tapi jika tidak maka yang bersangkutan juga tidak bisa melangkah ke tahap SKB. Sebab, yang berhak mengikuti SKB adalah mereka yang berada di urutan rangking tiga besar. Atau tiga kali jumlah formasi.

Lalu kapan rangking SKD ini keluar? Wahyu belum bisa memastikan. Sebab katanya masih menunggu tes SKD selesai di seluruh Indonesia. Namun perkiraan SKB akan digelar sekitar bulan Maret nanti.

Termasuk soal lokasi ujian SKB apakah di Kabupaten Bungo atau di daerah lain. Menurut Wahyu saat ini ada dua opsi yang harus dipilih. Jika menggunakan dana APBN, maka SKB akan dilakukan di Jambi. Tapi jika SKB menggunakan APBD Kabupaten Bungo, maka akan digelar di Kabupaten Bungo.

“Kita masih melihat dua opsi itu,” ulas Wahyu.

Wahyu pada kesempatan ini juga berpesan kepada peserta yang belum lulus untuk bersabar. Dia meminta hasil tahun ini dijadikan bahan evaluasi untuk belajar lebih giat lagi. Peluang Kabupaten Bungo kembali menerima CPNS di tahun mendatang katanya masih terbuka lebar.

Seperti diketahui, tes SKD pelamar CPNS Kabupaten Bungo berlangsung sejak 11 hingga 13 Februari 2020 lalu. Tes sendiri digelar di gedung Serbaguna Lapangan MTQ Baru, Kecamatan Rimbo Tengah Kabupaten Bungo.

Terdapat 2.871 pelamar yang berhak mengikuti SKD. Panitia menyediakan fasilitas tes untuk 1000 orang per hari. 1000 peserta itu dibagi ke dalam lima sesi ujian. Satu sesi mampu nenampung 200 peserta. Peserta bisa melihat langsung nilai ujian di layar monitor begitu selesai. Sementara di luar ruangan layar ditampilkan, tapi nilanya fluktuatif.

Selain menyediakan 200 komputer untuk tes. Menurut Wahyu pihaknya juga menyediakan 20 komputer cadangan. 16 unit standbay dan 4 unit disiagakan. Hal itu untuk antisipasi kalau terjadi masalah.(slt) 

 

Sumber: bungoindependent.id





BERITA BERIKUTNYA