Berebut Dukungan Demokrat dan PDIP, Lobi ke Pusat Hingga Saling Klaim

Fasha, Haris dan FU Saling Jegal

Jumat, 20 Maret 2020 - 09:28:58 WIB - Dibaca: 3717 kali

(Syahril Hannan)

Jambione.com, JAMBI –Pertarungan kandidat bakal calon gubernur (balongub) Jambi merebut dukungan partai politik (parpol) makin seru. Di sisa waktu yang  tinggal sedikit ini, aksi saling jegal dan saling klaim pun terjadi. Dari pengamatan Jambi One, pertarungan yang paling sengit terjadi antara tiga kandidat. Yaitu Syarif Fasha, Al Haris dan Fachrori Umar (FU).

Saat ini ketiganya bertarung merebut rekomendasi dukungan dari Partai Demokrat dan PDIP. Ketiganya sama-sama menggandeng kader dua partai besar tersebut sebagai wakil untuk memuluskan tiket dukungan maju di Pilgub Jambi, 23 September mendatang. Dukungan dua partai ini sangat penting. Jika kalah, bisa bisa rencana maju terancam batal karena tidak cukup dukungan.

Syarif Fasha misalnya. Dengan menggandeng Asafri Jaya Bakri (AJB) yang merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, tentunya memiliki peluang besar mendapatkan dukungan 7 kursi di DPRD Provinsi Jambi. Namun ini belum lah aman. Karena 7 kursi Demokrat ini juga diincar Fachrori Umar dan Al Haris.

Sebagai mantan kader Demokrat yang duduk di parlemen, Istri petahana Fachrori Umar, Rahima diyakini mengetahui dinamika penentuan dukungan di mantan partainya tersebut. Ditambah lagi sang anak, Ria Mayang Sari juga pernah membesarkan Demokrat di Bungo dengan duduk sebagai ketua DPRD Bungo dua periode. Sepertinya peluang sang petahana merebut dukungan Demokrat masih sangat mungkin terjadi.

Sementara Al Haris juga punya peluang yang sama. Kedekatan Bupati Merangin ini dengan mantan Ketua DPD Demokrat Provinsi Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) sedikit banyak bakal berpengaruh. Apalagi mantan Gubernur Jambi itu diyakini juga memiliki kedekatan dengan para petinggi DPP partai berlambang mercy tersebut untuk membantu lobi politik sang 'anak emas' nya.

Selain itu, Al Haris bersama  HBA juga pernah melakukan pertemuan dengan Burhanuddin Mahir selaku Ketua DPD Demokrat Provinsi Jambi beberapa waktu lalu di Merangin. Ketika itu, Cik Bur (sapaan  Burhanuddin Mahir) sendiri mengatakan soal Al Haris masih dalam proses hitung-hitungan politik. Makanya, tak salah banyak yang menilai perebutan perahu Demokrat ini masih sangat dinamis.

Di bagian lain, perebutan dukungan PDIP juga sama. Al Haris sudah menggandeng kader PDIP yang juga mantan Wakil Walikota Jambi Abdullah Sani. Harapannya tentu dukungan 9 kursi di parlemen yang dimiliki partai besutan Megawati Soekarnoputri itu berlabuh di pasangan Haris-Sani.

Sementara Fachrori Umar juga memiliki harapan yang sama dengan menggandeng kader PDIP lainnya, Safrial yang kini menjabat Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Ini akan diprediksi bakal menimbulkan perpecahan di tubuh 'banteng', mengingat kedua kader murni tersebut memiliki sejumlah loyalis yang kini memangku jabatan penting di struktur partai.

Tak hanya Abdullah Sani dan Safrial, perahu PDIP juga tengah diincar Syarif Fasha. Sang Wali Kota Jambi juga memiliki peluang besar untuk 'menunggangi' sang banteng meninggalkan kedua kader murni partai tersebut. Karena Fasha dikabarkan bakal merapat ke PDIP. Saat ini pembuatan KTA nya tengah dalam proses.

Ketika dimintai tanggapan soal dinamika yang terjadi ini, para kandidat mengaku sama-sama optimis mendapatkan kedua partai tersebut. Tim Keluarga Fachrori Umar, Miftahul Ikhlas misalnya. Dia mengaku sangat optimis mendapatkan dukungan Demokrat. Apalagi kata dia, komunikasi yang terjalin dengan partai berlambang mercy itu hingga saat ini sangat baik. Tak hanya di tingkat DPD, tapi juga terjalin hingga DPP. "Komunikasi lancar, baik di daerah maupun tingkat DPP. Kemaren kita juga sudah bertemu di DPP," katanya.

Menurut pria yang biasa dipanggil Paul ini, kedekatan istri Gubernur Jambi Rahima dan anaknya Ria Mayang Sari yang pernah membesarkan Demokrat, menjadi nilai plus bagi sang petahana mendapatkan dukungan dari partai pemilik 7 kursi di parlemen tersebut. "Kita sangat optimis dan yakin," tegasnya.

Disinggung soal peluang AJB yang merupakan kader Demokrat, Paul mengatakan pihaknya sudah hampir pasti mendapatkan dukungan Demokrat. Bahkan dirinya juga mengklaim sejumlah pengurus inti di Partai Demokrat sudah merapat. "Kalau ada klaim sudah mengamankan Demokrat sah-sah saja. Tapi kami sangat yakin Demokrat kita dapat," tegasnya lagi.

Terpisah, Tim Keluarga Al Haris, Jhoni Hadi Hambali mengatakan pasangan Haris-Sani sudah cukup mengantongi dukungan parpol untuk maju di Pilgub Jambi 2020. "Soal parpol insya allah sudah cukup," katanya dihubungi kemarin.

Disinggung kabar merapatnya Sy Fasha ke PDIP yang berpotensi merebut rekomendasi banteng, Jhon dengan santai mengatakan, tanpa didukung PDIP pun Haris-Sani tetap maju. "Tanpa PDIP, Haris-Sani tetap maju. Dukungan parpol sudah cukup, di luar PDIP," sebutnya.

Lalu bagaimana dengan Demokrat? Mengingat Al Haris juga ikut mendaftar di penjaringan Cagub Demokrat beberapa waktu lalu. Jhon mengatakan, kalau Demokrat pihaknya tidak terlalu ngotot. Karena  mereka tahu ada kader Demokrat, AJB yang juga akan maju di Pilgub Jambi. "Tapi komunikasi terus jalan," ujarnya.

Sementara itu Ketua Tim Pemenangan Fasha, H Rahman Dila mengatakan apa yang diklaim semua kandidat saat ini sah sah saja. Tapi dia menegaskan, sampai saat ini belum ada satupun kandidat yang sudah mengantongi rekomendasi dukungan dari partai. Kecuali rekomendasi PPP yang sudah didapat Fasha.

Selain PPP, menurut Rahman, pihaknya juga yakin mendapat dukungan dari Gerindra, Demokrat, Nasdem dan PDIP. ‘’ Jadi, kalau soal perahu atau dukungan partai kita sudah aman. Tidak ada masalah lagi,’’ katanya.

Soal Demokrat yang diklaim Fachrori, menurut Rahman sah sah saja. Namun, lanjut dia, tim FU seharusnya juga melihat latar belakang Asyafri Jaya Bakri (AJB) yang merupakan kader Demokrat. ‘’ Jadi Demokrat itu memang bukan ke Fasha. Tapi kepada AJB yang merupakan kader partai tersebut. Makanya, kita yakin Demokrat akan kekita, karena AJB adalah calon wakil Fasha,’’ jelasnya. 

Mengenai PDIP, Rahman juga mengaku yakin bakal mendukung Fasha. Menurut dia, keyakinannya itu didasarkan atas upaya upaya yang sudah dilakukan sang walikota Jambi tersebut. Pertama, kata dia, nama Fasha sudah diajukan DPD PDIP Provinsi Jambi ke DPP bersama dua nama kader banteng, yaitu Safrial dan Abdullah Sani.

Kemudian, yang kedua, lanjut Rahman, Fasha sudah bertemu dengan sejumlah petinggi PDIP di DPP.  Ada dua opsi yang ditawarkan DPP PDIP kepada Fasha untuk mendapat dukungan Banteng Moncong Putih. Opsi pertama Fasha harus menggandeng kader PDIP, antara Safrial atau Abdullah Sani. Kemudian, opsi kedua, Fasha masuk jadi anggota PDIP.

‘’ Saat ini dua opsi tersebut tengah dipertimbangkan. Menurut keyakinan saya, dari dua opsi yang ditawarkan itu, sepertinya akan disepakati opsi kedua. Fasha bergabung dengan PDIP,’’ katanya.

Alasannya, kata Rahman, PDIP bukan hanya berusaha memenangkan Pilgub Jambi. Tapi ada skenario besar pada Pemilu legislatif (pileg) dan Pemilihan presiden (pilpres) 2024 mendatang. Menurut dia, koalisi PDIP dan Gerindra akan kongritkan hingga 2024.

Makanya, lanjut Rahman, pada Pilkada Serentak 2020 ini, PDIP berusaha merebut semua posisi kepala daerah. Salah satunya kursi Gubernur Jambi. Untuk itu, tentunya PDIP harus mengusung kadernya sebagai nomor satu. Bukan wakil. ‘’ Inilah yang menjadi dasar kita yakin PDIP akan mengusung Fasha,’’ pungkasnya. (fey/kum)





BERITA BERIKUTNYA