JAMBIONE.COM, TEBO - PT Lestari Asri Jaya (LAJ), anak usaha PT Royal Lestari Utama (RLU), perusahaan perkebunan karet alam terintegrasi, melakukan pemeriksaan kesehatan dan edukasi serta sosialisasi tentang virus Corona (COVID 19) kepada Orang Rimba (warga Suku Anak Dalam) yang tinggal di Kawasan Wilayah Cinta Alam/Wildlife Conservation Area (WCA) PT LAJ. Selain itu, perusahaan juga menyerahkan bantuan berupa bahan pokok dan perlengkapan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS).
Sejumlah bantuan yang diberikan perusahaan diantaranya berupa sembako, vitamin, serta perlengkapan pola hidup sehat, seperti sabun cuci tangan, sabun mandi, pasta gigi dan kebutuhan hidup lainnya. Bersamaan dengan pemberian bantuan, perusahaan juga melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat, melakukan pemeriksaan kesehatan serta melakukan edukasi tentang cara mencegah penularan virus Covid 19.
Perwakilan puskesmas Dokter Sulin Ziyati yang ikut dalam kegiatan ini mengungkapkan sosialisasi yang dilakukan terhadap masyarakat suku anak dalam ini adalah bagian dari tugas Puskesmas untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Melalui sosialisasi ini, kami menyampaikan terkait virus Corona serta berbagai gejala yang ditimbulkan. Selain itu dijelaskan pula mengenai penyebaran dan pencegahannya," ungkap Sulin.
“Kami juga mensosialisasikan kepada warga agar tetap menjaga asupan makan yang bergizi, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terus melakukan aktivitas fisik serta cukup istirahat,” tambah Sulin.
Menurut Direktur Corporate Affair PT Royal Lestari Utama Meizani Irmadhiany, bantuan dan edukasi tersebut dilakukan sebagai wujud partisipasi aktif perseroan dalam mendukung upaya pemerintah menanggulangi penyakit yang diakibatkan oleh virus Covid 19. Kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka memperingati hari kesehatan internasional, yang diperingati setiap 7 April di seluruh dunia.
“Kami mendukung upaya Pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid 19 dengan memberikan bantuan serta edukasi terhadap Orang Rimba yang berada di dalam kawasan Wildlife Conservation Area (WCA),” ujar Meizani.
Saat ini sebagian Orang Rimba di WCA sedang mandah di dalam hutan. Mandah adalah kegiatan menginap di dalam hutan. Berpindah ke dalam hutan dalam menghindari penyakit, merupakan kegiatan adat Orang Rimba yang dikenal dengan istilah besesandingon.
“Pelaksanaan edukasi dan sosialisasi serta penyerahan bantuan tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan prosedur pencegahan penularan virus COVID 19. Seperti menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan, serta menjaga jarak minimum antar orang,” papar Meizani.
Perlu diketahui, LAJ mendedikasikan lahan seluas 9.700 hektar sebagai Kawasan Wildlife Conservation Area (WCA) yang bertujuan sebagai habitat bagi berbagai satwa liar dan keanekaragaman hayati, sekaligus sebagai ruang jelajah bagi Gajah Sumatera.(tya)
Hasil Rapid Test Positif, Warga Sungai Penuh Dijemput Tim Medis
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Bupati dan Wabup Bungo Bagi Masker Gratis
Haris Sebut Dua Pasien Positif Rapid Test di Merangin Tanpa Gejala, Keluarganya Juga Diisolasi
Bupati Minta Jangan Sebut Indetitas demi Jaga Masyarakat Tidak Resah