JAMBIPRIMA.COM, KERINCI - Infrastruktur jalan di beberapa daerah di kabupaten Kerinci dinilai kurang diperhatikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci. Padahal jalan tersebut sudah bertahun- tahun rusak.
Seperti jalan Jalan penghubung Desa Tebat Ijuk-Belui, kecamatan Depati Tujuh, yang kondisinya rusak parah.
Pantauan media ini, kondisi jalan Tebat Ijuk- Belui terlihat sudah rusak berat, dibeberapa titik lobang menganga seperti kubangan kerbau.
Terkesan anggota dewan dan Bupati Kerinci membiarkan kondisi jalan kabupaten yang samakin rusak ini.
" Sudah lama rusak jalan ini, tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki, ini salah satu jalan utama warga," ungkap Deri salah seorang warga yang melintas.
Ironisnya, Empat Anggota DPRD Kerinci yang berasal merupakan putra Daerah Air Hangat Timur, yang memang jarang melalui jalan tersebut dan lebih memilih pulang ke Air hangat timur melalui jalan Simpang Belui ke daerah Kecamatan Air Hangat Timur.
" Anggota DPRD dari Kecamatan Air hangat timur, dan Kecamatan Depati Tujuh jarang mau lewat sini, sehingga mereka hanya mendengar info saja tanpa mau merespon," ungkap Roli salah seorang warga.
Sejauh ini, lanjutnya jalan penghubung kedua desa tersebut masih dalam kondisi rusak, tanpa adanya keinginan pihak terkait untuk memperbaikinya.
"Kami berharap Pemkab Kerinci bisa memperbaiki jalan kami, kami merasa sangat perlu menyampaikannya langsung ke Pemerintah, soalnya wakil rakyat kami kurang peka,"sebutnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kerinci, H Boy Edwar mengakui kerusakan jalan tersebut dan akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat yang kini sudah di posting di FB.
"Sudah kita sampaikan ke Kepala Dinas PUPR Kerinci untuk segera memperbaiki jalan tersebut,"katanya.
Selain itu, Jalan Desa Sungai Hangat, Kecamatan Gunung Raya, juga sudah bertahun-tahun mengalami rusak parah, dengan kondisi menganga di beberapa titik. Namun, tak kunjung di perbaiki Oleh Pemerintah Kabupaten Kerinci.
Ade salah seorang warga Sungai Hangat mengatakan ruas jalan di desanya tersebut sudah mengalami kerusakan bertahun - tahun, namun tidak juga di perbaiki oleh pemerintah kabupaten kerinci. "Warga sudah beberapa kali menyampaikan kepada pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut, namun tidak ada tanggapan sama sekali," kata Ade.
Dia menilai adanya pilih kasih dan tidak adanya pemerataan dalam pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kerinci dibawah kepemimpinan Bupati Adirozal dan Wakil Bupati, Ami Taher. "Kita lihat saja, pembangunan di daerah mudik, mungkin setiap lorong sudah di aspal semua, ini jalan sudah mengalami rusak parah dan sudah bertahun - tahun tidak perbaikan, emangnya kita disini bukan masuk Kerinci," sebutnya.
Dia menyebutkan Pemerintah lebih memilih untuk membuat bahu jalan, daripada membangun jalan yang merupakan akses perekonomian beberapa desa di Kecamatan Gunung Raya dan Bukit Kerman tersebut. "Ini merupakan akses perekonomian masyarakat dua kecamatan," ungkapanya.
Pratama warga lain juga mengatakan hal yang sama, jalan tersebut mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih enam kilo meter,badan jalan terkelupas,batu berserakan bahkan beberapa ruas jalan berlubang cukup lebar ,kondisi ini tentu membahayakan bagi para pengguna jalan.
Bahkan, lanjutnya lagi, pada 2020 yang lalu, masyarakat memperbaiki jalan tersebut dengan swadaya dengan cara
bergotong royong. "Masyarakat memperbaiki jalan dengan menggunakan alat manual berupa cangkul menimbun jalan yang rusak parah dengan matreal pasir gunung," imbuhnya.
Dia berharap kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kerinci Dapil 5 untuk memperjuang ruas jalan tersebut. "Seharusnya jalan tersebut menjadi prioritas anggota dewan dapil V, karena disini juga jalan alternatif masyarakat beberapa desa yang ingin ke jambi, tembusnya di simpang Pulau Sangkar," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kerinci, Maya saat dikonfirmasi via WhatApps soal penganggaran kerusakan jalan Tebat Ijuk-Belui belum ada jawaban. (Bdi)
Bersama Dirjen Perhubungan Darat Bupati Tanjabbar Resmikan Pelabuhan Roro
Pemkab Tanjab Barat Rencanakan Jemput Vaksin Sinovac Pekan Depan
Menyalahi Izin Tinggal di Indonesia, WNA Asal Bangladesh Dideportasi
Berikan Solusi Ekonomi Kreatif, Kapolres Merangin: Mari Jaga Alam Untuk Anak Cucu Kita
Selama Januari 2021,Polres Muaro Jambi Rangking Satu Ungkap Ilegal Drilling dan Ilegal Logging