Stok LPG Kosong Sejak Senin, Pemilik Pangkalan Sebut Pengisian di SPBE Rusak

Kamis, 13 Oktober 2022 - 10:48:15 WIB - Dibaca: 1324 kali

LPG 3 Kg
LPG 3 Kg (Istimewa )

JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Warga Kenali Besar kesulitan mendapatkan gas 3 Kilogram (Kg). Meskipun warga tersebut memiliki kartu pelanggan gas 3 Kg. Hal itu karena gas di pangkalan kosong sejak tiga hari terkahir.

Warga Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Edi mengatakan dirinya sebagai pemegang kartu kendali gas subsidi tidak dapat mengambil gas di pangkalan.

"Sejak senin lalu hingga hari ini (rabu, red) mendatangi pangkalan mau ambil gas, tapi gasnya kosong. Kata pemilik pangkalan, gas tidak masuk," kata Edi, Rabu (12/10).

Kata Edi, semestinya setiap pekan pada hari senin gas di pangkalan milik Suharman, Jalan Lingkar Barat III, RT 37, Kenali Besar, sudah tersedia. Karena dirinya sebagai pemengang kartu kendali dijadwalkan mengambil gas pada hari senin setiap pekan.

"Setidaknya paling lambat selasa pagi gasnya sudah ada di pangkalan. Tapi ini sampai hari rabu tidak ada. Tadi (Rabu, red) pemilik pangkalan memberi tahu, kalau gas tidak masuk, karena pengisian di SPBE nya rusak. Belum ada kepastian kapan gasnya datang," jelas Edi.

Karena kondisi itu kata Edi, dirinya terpaksa membeli gas 3 Kg gram di warung sekitar dengan harga Rp38 ribu per tabung.

"Beli diwarung lah jadinya Rp38 ribu per tabung. Kalau di pangkalan Rp18 ribu per tabung," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, Yon Heri mengatakan, pihaknya belum mengetahui dan mendapat laporan terkait ada kerusakan pada SPBE pengisian gas subsidi.

"Itu mungkin murni teknis daripada penyaluran ditingkat penyalur. Mulai dari pertamina, agen dan pangkalan," kata Yon Heri, saat dikonfirmasi Rabu (12/10).

"Kalau seandainya ada kerusakan pasti ada gangguan penyaluran," tambahnya.

Yon Heri mengaku, tidak ada laporan ke pihaknya terkait rusaknya SPBE. Kata dia tidak lazim juga pihak penyalur melapor kepada pihaknya.

"Ini murni bisnis mereka," ujarnya.

Dia mengatakan, kalau SPBE yang rusak, maka pihaknya mengharapkan untuk perbaikan dipercepat, supaya masyarakat 

yang seharusnya mendapatkan harga gas 3 kg murah dan tidak harus membeli gas dengan harga mahal.

"Sementara mereka (masyarakat) mau tidak mau membeli gas dengan harga yang mahal," pungkasnya. (Ahmad)





BERITA BERIKUTNYA