JAMBIPRIMA.COM,JAMBI – Kota Jambi saat ini dalam masa musim hujan. Beberapa hal perlu diwaspadai dengan kondisi ini, salah satunya serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jambi, pada Januari hingga 18 Oktober lalu, tercatat ada 249 kasus DBD di Kota Jambi, 5 (lima) diantaranya meninggal dunia.
“Lima Kasus meninggal tersebut kebanyakan anak-anak” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliati, Kamis (27/10).
Angka itu meningkat jika dibanding sepanjang 2021, terdapat 131 kasus DBD dengan angka kematian 3 (tiga) orang. Dia mengatakan, tahun ini pada APBDP 2022 sudah dianggarkan abatisasi sebanyak 10 galon.
"Akan dibagikan kepada 2500 KK, kegiatan Fogging juga terus kami lakukan dengan melibatkan camat, lurah dan ketua RT setempat," jelasnya.
Kata dia, kasus DBD yang terjadi di Kota Jambi ini paling banyak menyerang orang anak hingga dewasa. Untuk sebaran daerahnya kata Ida beragam.
”Sebaran DBD ini terjadi dibeberapa kawasan, diantaranya Kelurahan Talang Banjar, kelurahan Kenali Besar, Bagan Pete, Jelutung,” imbuhnya.
Dengan cuaca tak menentu saat ini, terkadang terjadi hujan sehingga lebih memungkinkan nyamuk berkembang biak.
Ia meminta semua pihak dapat menjaga kebersihan lingkungan masing-masing dengan menutup bak penampung air, membuang sampah pada tempatnya, dan beberapa hal lainnya dalam upaya menghindari DBD.
“Sangat penting memang kita harus menjaga kebersihan,” ujarnya.
Sementara Wakil Walikota Jambi Maulana mengatakan, saat ini memang dalam kondisi musim hujan, ada potensi terjadi kenaikan kasus DBD.
"Kota Jambi sebenarnya sudah ada Pokja DBD dibawah koordinasi Sekda dan Dinas Kesehatan, ini harus dioptimalkan perannya,” katanya.
Persolan ini juga menyangkut dan melibatkan camat dan lurah sebagai kepala wilayah.
“3 M plus penting, mulai dari persoalan sampah, menutup sumber air dan pogging. Ini mulai kita waspadai,” katanya. (Ahmad)