JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Sebanyak 50 anak di Kota Jambi yang memiliki riwayat terlibat geng motor akan dibina selama 14 hari di Sekolah Polisi Negara (SPN). Mereka mulai diberangkatkan pada Senin (12/12).
"Mereka akan dibina karakternya. Kalau nanti sepulang dari sana (SPN) mereka ini ada perubahan perilaku, nanti akan kita jadikan kader-kader, atau duta anti kekerasan atau duta anti kenakalan remaja," kata Wakil Wali Kota Jambi, Maulana saat memimpin apel pelepasan.
Kata dia, ada anak yang sifatnya hanya ikut-ikutan. Oleh karena itu, nantinya akan ditanamkan kesadaran anak untuk mengenal tugas pokoknya.
"Tugas pokok anak itu adalah belajar," katanya.
Selama 14 hari di SPN, nantinya akan dibina secara fisik, kerohanian, dan juga pendidikan karakter.
"Kenapa di SPN, karena disana mentornya sudah pengalaman, sarananya juga baik. Nanti ada keterlibatan psikolog, tokoh agama, dan lain-lain," katanya.
Kapolresta Jambi, Kombes Pol Eko Wahyudi mengatakan, umumnya anak-anak yang tangkap itu terlibat kenakalan remaja. Diantaranya geng motor, perkelahian, kebut-kebutan, balap liar, kekerasan, dan lainnya.
"Orangtua sudah memberikan persetujuan anaknya dibina di SPN," katanya.
Kata Eko, pihaknya menyiapkan 20 tenaga pengajar untuk membina 50 anak tersebut. Harapannya, akan terjadi perubahan perilaku pada anak tersebut.
Sementara itu, salah satu orangtua, Pori mengaku sedih, sebab anaknya hanya ikut-ikutan. Ia berharap ada perubahan sikap dan perilaku anaknya setelah mengikuti pendidikan di SPN.
"Kita bekali baju sehari-hari, peralatan mandi, perakatan shalat, itu saja," katanya. (Ahmad)
Cek Endra dan Gerry Trisatwika Hadiri Pengajian sekaligus Haul di Ponpes Nurul Jadid Singkut
Apresiasi Pemerintah Pusat, Pemkot Jambi Raih DID Tangani Inflasi
Tinggal Bersama Tantenya, Seorang WNA Malaysia Dideportasi Petugas Imigrasi Kerinci
Jalan Siwabessy dan 2 Jalan Lainnya Akan Diperbaiki Pemprov Jambi Tahun Depan