Jika Dibangun Stockpile, 20 Ribu Pelanggan PDAM Tirta Mayang di 3 Kecamatan Terancam

Selasa, 08 Agustus 2023 - 20:45:19 WIB - Dibaca: 2016 kali

Jika jadi Dibangun Stockpile, 20 Ribu Pelanggan PDAM Tirta Mayang Tiga Kecamatan Terancam
Jika jadi Dibangun Stockpile, 20 Ribu Pelanggan PDAM Tirta Mayang Tiga Kecamatan Terancam (Foto: jambiprima.com/Ahmad)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Rencana pembangunan stockpile Batu Bara oleh PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) di Kawasan Aurkenali, Telanaipura Kota Jambi terus mendapat sorotan. Kali ini, Komisi I dan Komisi II DPRD Kota Jambi meninjau langsung lokasi Intake Perumda Tirta Mayang yang berada persis disebelah rencana pembangunan Stokpile batu bara dan pelabuhan tersebut. Dewan khawatir, rencana itu mengancam distribusi air bersih di tiga kecamatan. 

Direktur Teknik Perumda Tirta Mayang, Mustazal Khomidi usai mendampingi dewan meninjau Intake Aurduri mengatakan, adanya rencana stockpile dan pelabuhan dihulu Intake Auduri, tentu mengganggu kinerja alat yang mengaliri sumber air bersih warga kota Jambi.

Karena sebut dia, tentunya bakal banyak lalu lalang tongkang besar, yang dikhawatrikan bisa bergesekan dengan Intake Aurduri. Selain itu juga tumpahan-tumpahan batu bara di sungai yang dikhawatirkan bercampur air dan tersedot, sehingga bisa mengganggu kesehatan warga.

Kata dia, ada sebanyak 20 ribu pelanggan Perumda Tirta Mayang yang sumber air bersihnya berasal dari Intake Aurduri tersebut.

"20 ribu pelanggan ini tersebar di wilayah Kecamatan Alam Barajo, Kota Baru dan Telanaipura," katanya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi, Junedi Singarimbun mempertanyakan, terbitnya izin dari provinsi tersebut apakah sudah melalui kajian. Sebab, dikawasan tersebut kata Junedi, ada intake Aurduri milik Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi. Disana merupakan sumber air bersih yang disalurkan untuk masyarakat Kota Jambi.

"Sementara rencana stockpile dan pelabuhan ini berada dihulu intake. Posisinya sangat dekat intake. Kalau masyarakat menolak, harusnya izin itu ditinjau kembali," ujarnya.

Pihak PDAM sebut Junedi, juga keberatan rencana keberadaan pelabuhan batu bara itu.

"Bayangkan saja jika sempat tongkang besar itu menabrak Intake ini, tentu mengganggu distribusi air bersih. Perbaikan tentu memakan waktu lama, bisa seminggu, dua minggu dan seterusnya," pungkasnya.





BERITA BERIKUTNYA