JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Maraknya perkembangan Judi Online (Judol), membuat angka kriminalitas dan perceraian yang dilatarbelakangi permasalahan ekonomi meningkat.
Untuk itu, beberapa pihak mulai dari pemerintah hingga aparat kepolisian sepakat untuk melawannya. Hal serupa juga dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tebo.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tebo Julan menegaskan, akan melakukan perlawanan terhadap keberadaan Judol.
Perlawanan dilakukan dengan cara menginstruksikan kepada Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama untuk menyampaikan bahaya Judol ke masyarakat.
"Kita sampaikan terstruktur dan masif walaupun tidak serentak," ungkapnya, Kamis (4/7/2024).
Bukan hanya itu, ia akan mengajak Pondok Pesantren (Ponpes), untuk mensosialisasikan hal yang sama membantu pemerintah tentang bahaya Judol ini. Serta ustadz-ustadz menyampaikan melalui tausiyah dan khutbahnya.
"Jumlah Ponpes sekitar 54 sedangkan rumah ibadah masjid ada 400," pungkasnya. (Fan)
Pemkot Jambi Ingatkan Sekolah Waspadai Kebocoran Data Pribadi di Era Digital
Sengketa Batas TRP–Sungai Bengkal Diserahkan ke Pemkab Tebo, Warga: Kami Sudah Nyaman di Sini!
Polda Jambi Ungkap 32 Kasus PETI, Kapolda Ancam Tindak Tegas Oknum Aparat yang Terlibat
ISPU Muaro Jambi Tembus 526, Ivan Wirata Desak Pemerintah Utamakan Keselamatan Warga
Demo hingga Malam, Warga Penyengat Olak Bubarkan Diri Usai Stockpile Pasir Diputuskan Tutup
Siswi MTsN 1 Tebo Raih Dua Gelar di Ajang Putra Putri Wastra Batik Nasional
Kuasa Hukum Hermanto Ajukan Permohonan Sita Eksekusi ke Pengadilan