13.400 Pelanggan Tirta Mayang Terdampak Penghentian Operasi Intake Sijenjang Akibat Tumpahan Minyak

Jumat, 01 November 2024 - 09:05:22 WIB - Dibaca: 2576 kali

Tumpahan minyak di Sungai Batanghari
Tumpahan minyak di Sungai Batanghari (Ahmad)

JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI – Sebanyak 13.400 pelanggan Perumdam Tirta Mayang di Kota Jambi terdampak penghentian operasi sementara Intake Sijenjang, yang menjadi sumber air baku Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjung Sari. Operasional intake dihentikan selama tiga jam pada Rabu, 30 Oktober 2024, akibat terdeteksinya tumpahan minyak yang diduga berasal dari aktivitas tongkang batu bara di Sungai Batanghari.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang, Dwike Riantara, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi mencegah tercemarnya air yang didistribusikan kepada pelanggan. Laporan pertama diterima dari petugas di Intake Sijenjang sekitar pukul 14.30, yang menginformasikan adanya minyak yang tersedot oleh pompa air baku dan masuk ke dalam pipa transmisi menuju IPA Tanjung Sari.

“Pompa air baku intake kami matikan segera setelah laporan diterima. Minyak tentu tidak dapat diolah untuk menjadi air layak konsumsi dan akan mencemari seluruh sistem distribusi jika masuk ke instalasi pengolahan,” ungkap Dwike.

Menurut Dwike, minyak terlihat mengambang di sekitar mulut intake, sementara beberapa tongkang pengangkut batu bara terlihat berada di dekat lokasi tersebut. Meskipun belum bisa dipastikan sumber pasti dari tumpahan minyak ini, aktivitas tongkang-tongkang tersebut menjadi perhatian khusus dalam investigasi awal yang dilakukan petugas di lapangan.

“Belum ada informasi pasti soal sumber minyak, namun posisi tongkang-tongkang tersebut tidak jauh dari intake. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menelusuri lebih lanjut asal tumpahan ini,” kata Dwike.

Penghentian sementara ini membuat pihak Perumdam Tirta Mayang memantau terus-menerus kondisi minyak di sekitar intake. Dwike menambahkan, operasional intake coba dijalankan kembali sekitar pukul 18.00 dengan harapan unsur minyak sudah mulai berkurang dan aman untuk dilanjutkan.

Namun demikian, Dwike mengakui ada kekhawatiran minyak yang masih tersisa di area mulut intake akan terus menghambat pengambilan air baku. Jika situasi ini berlangsung lebih lama, pihak Perumdam Tirta Mayang tidak dapat menjamin suplai air kepada 13.400 pelanggan yang dilayani IPA Tanjung Sari tetap lancar.

“Kami masih memonitor. Jika kondisi tidak membaik dan unsur minyak terus mengalir ke intake, suplai air ke ribuan pelanggan terpaksa terganggu lebih lama. Kami mohon pengertian dan kesabaran masyarakat yang terdampak,” tambah Dwike.

Perumdam Tirta Mayang telah menyampaikan informasi ini kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi dan berkomitmen untuk terus berupaya memulihkan pengaliran air secepat mungkin. Masyarakat diharapkan untuk menampung air secukupnya dan bersiap menghadapi kemungkinan penurunan pasokan sementara waktu hingga kondisi di Intake Sijenjang dinyatakan aman. Cr04





BERITA BERIKUTNYA