JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI – Para petani di Kota Jambi telah menyelesaikan masa panen padi untuk tahun 2024. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Boy Evridal Asri, pada Kamis (5/12/2024). Selanjutnya, para petani dijadwalkan memulai masa tanam baru pada Maret 2025, menyesuaikan kondisi lahan yang saat ini kerap tergenang akibat musim hujan.
Menurut Boy, lahan pertanian di Kota Jambi pada periode November hingga Februari biasanya mengalami genangan atau banjir. Hal ini memaksa petani untuk menunda penanaman hingga kondisi lahan kembali normal.
"Tahun 2024, luas tanam padi di Kota Jambi mencapai 467 hektar, dengan produktivitas rata-rata 5 hingga 6 ton per hektar. Namun, jumlah ini sedikit menurun dibandingkan tahun lalu karena dampak kemarau panjang pada musim tanam sebelumnya," ujar Boy.
Meski produktivitas mengalami penurunan sekitar 5–6 persen dibandingkan tahun lalu, peningkatan luas area tanam menjadi solusi untuk menutupi kekurangan tersebut. Boy menjelaskan bahwa pada tahun lalu luas tanam tercatat 476 hektar, sementara tahun ini meningkat menjadi 520 hektar.
Kemarau panjang yang melanda saat musim tanam tahun ini sempat menjadi tantangan bagi para petani. Boy mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya membantu petani dengan sistem pompanisasi, meski hasilnya belum sepenuhnya optimal.
"Kami telah berupaya menyediakan bantuan berupa pompa air, dan sebagian besar kelompok tani sudah mendapatkannya. Hanya tinggal beberapa kelompok tani saja yang belum memperoleh bantuan tersebut," jelasnya.
Kota Jambi memiliki sekitar 120 kelompok tani yang terlibat aktif dalam produksi padi. Masa panen yang baru saja selesai ini menjadi momen evaluasi bagi petani dan pemerintah untuk memperbaiki strategi serta pengelolaan di musim tanam mendatang.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan pengelolaan yang lebih baik, diharapkan hasil panen pada musim berikutnya dapat lebih optimal, membantu meningkatkan ketahanan pangan di Kota Jambi. (Cr04)
Akses Keadilan Diperluas, Pemerintah Genjot Posbankum hingga Tingkat Kelurahan di Jambi
Persit di Persimpangan Zaman: Makna HUT ke-80 dan Tantangan Baru Istri Prajurit di Era Digital
Mahasiswi Asal Jambi Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Jenazah Disambut Tangis Keluarga
Ombudsman Nilai Pelaksanaan UTBK SNBT di Universitas Jambi Berjalan Lancar
Demo PMII Minta Kadisdik Mundur, Muncul Dugaan Sarat Kepentingan Pribadi
UNJA Gelar Donor Darah Sukarela Angkatan XXIV, Siapkan Inovasi Data Pendonor Digital
Jelang Nataru, Harga Sembako di Kota Jambi Fluktuatif: Cabai Turun, Bawang Merah Melonjak