JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI – Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui edukasi langsung ke sekolah-sekolah. Program ini bertujuan untuk menekan angka kekerasan di Kota Jambi, yang telah mencatat 116 kasus sepanjang 2024.
Kepala DPMPPA Kota Jambi, Noverintiwi Dewanti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjadwalkan sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Jambi, sekaligus menjangkau pesantren dan madrasah di bawah Kementerian Agama.
Edukasi untuk siswa sekolah dasar (SD) akan berfokus pada pemahaman tentang perundungan (bullying) dan pelecehan seksual, terutama mengenalkan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain.
"Anak-anak usia SD biasanya belum memahami hal ini. Materi edukasi dirancang agar lebih menyenangkan, menggunakan pendekatan yang fun dan banyak permainan," jelas Noverintiwi.
Untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP), selain materi tentang bullying dan pelecehan, DPMPPA juga menambahkan edukasi tentang bahaya geng motor. Hal ini dilakukan untuk mencegah keterlibatan pelajar dengan kelompok bermotor yang berpotensi membahayakan.
"Pelajar SMP menjadi sasaran penting, mengingat usia mereka rentan terhadap pengaruh negatif, termasuk geng motor," tambahnya.
Sementara itu, bagi siswa sekolah menengah atas (SLTA), edukasi akan diperluas mencakup berbagai isu kekerasan dan pelecehan, dengan harapan dapat memperkuat kesadaran mereka terhadap bahaya tersebut.
Pada 2024, DPMPPA menerima laporan 116 kasus kekerasan, dan seluruhnya telah berhasil diselesaikan. "Kami terus berupaya agar angka ini tidak meningkat melalui pencegahan sejak dini, salah satunya dengan edukasi ke sekolah-sekolah," kata Noverintiwi.
Dengan program edukasi ini, DPMPPA berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak-anak di Kota Jambi. "Kami ingin anak-anak dapat belajar dan tumbuh tanpa rasa takut akan kekerasan," tutup Noverintiwi.
Masyarakat diharapkan turut mendukung program ini dengan melaporkan setiap kasus kekerasan yang terjadi melalui kanal resmi DPMPPA Kota Jambi. (Cr04)
Tren Kenaikan Penyakit Menular dan Target Zero Growth 2030 di Provinsi Jambi
UNJA Perketat Seleksi Mahasiswa Baru Lewat Tes Kesehatan dan Narkoba
Wagub Sani Tegaskan APPSI Jambi sebagai Pilar Ekonomi Rakyat di Tengah Tantangan Pasar Modern
UIN STS Jambi dan BSI Jalin Kerja Sama Pembiayaan Syariah untuk Pegawai PTKIS
Batu Bara Sumbang Rp112 Miliar untuk Jambi, Tapi Infrastruktur Masih Jadi Kendala
438 CJH Kota Jambi Berangkat 5 Mei, Persiapan Hampir Rampung
Bagi P3K Tebo Yang Tidak Lulus Seleksi Kompetensi Diarahkan Ke Paruh Waktu