JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI – Meskipun telah dinyatakan lulus akreditasi dengan kategori Madya, Rumah Sakit (RS) Erni Medika di Kota Jambi hingga kini belum bisa melakukan pelayanan medis kepada masyarakat. Hal itu ditegaskan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Fahmi, saat diwawancarai pada Minggu 20 Juli 2025.
Fahmi menjelaskan, meski RS Erni Medika telah mengantongi sertifikat akreditasi dari Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS) sejak 1 Juli 2025, namun status tersebut belum serta-merta menjadikan rumah sakit itu layak beroperasi.
“Walaupun sudah memiliki akreditasi, masih dibutuhkan kajian lanjutan dari Kementerian Kesehatan. Jadi belum bisa dikatakan sudah sepenuhnya terakreditasi oleh pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa akreditasi merupakan salah satu proses dalam pemenuhan syarat operasional. Namun untuk bisa benar-benar membuka layanan, RS harus mendapatkan izin operasional resmi dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan melalui DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu).
“Informasi dari DPMPTSP, RS Erni Medika memang sudah mengajukan izin, tapi masih ada sejumlah persyaratan yang belum terpenuhi. Karena itu, rumah sakit tersebut belum diizinkan membuka layanan atau menerima pasien, bahkan tidak boleh melakukan aktivitas perawatan sama sekali,” tegas Fahmi.
Fahmi juga menyebutkan, dari hasil peninjauan sementara, fasilitas alat medis di RS tipe D itu tergolong mencukupi, namun dari sisi sumber daya manusia (SDM) masih perlu banyak pembenahan.
“Kalau peralatan medis cukup, tapi SDM-nya masih kurang. Jadi dokter spesialis yang harus ada, itu kebanyakan dokter tamu, bukan dokter tetap,” pungkasnya.
Sebelumnya, Humas RS Erni Medika, Nurhadi, menyampaikan bahwa rumah sakitnya telah dinyatakan lulus akreditasi Madya oleh LAM-KPRS berdasarkan survei lapangan yang dilakukan pada 23–24 Juni 2025. Sertifikat resmi dikeluarkan pada 1 Juli 2025, dengan masa berlaku hingga 23 Juni 2029.
“Sertifikat akreditasi sudah terbit. Statusnya Madya. Ini menunjukkan kami telah memenuhi standar mutu pelayanan dan keselamatan pasien sesuai ketentuan LAM-KPRS,” ujar Nurhadi.
Meski begitu, pihak RS mengaku akan terus melengkapi syarat administratif untuk segera memperoleh izin operasional penuh, demi dapat mulai melayani masyarakat secara resmi. (ahmad)
PT SRA Kembali Menang Proyek Jalan Rp46 Miliar di Tebo, Rekam Jejaknya Jadi Sorotan
Bunda PAUD Tebo Paparkan Komitmen Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini di Podcast Inspiratif
PetroChina Serahkan 2 Ambulans untuk RS Adhyaksa Jambi, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
Tebo Dipastikan Dapat 480 Bedah Rumah, Ribuan RTLH Masih Menunggu Bantuan
Bupati M Syukur Tampilkan Budaya Merangin di PKD Jambi, Dorong Pelestarian Adat dan UMKM
Hesti Haris Serahkan Santunan untuk Ribuan Anak Yatim dan Difabel di Peringatan 10 Muharram
Gegara Administrasi, Agen Gas Pulo Ujung Disanksi! Ini Penjelasan Resmi Pertamina