Aktivis Soroti Proyek Rp24,8 M RSUD STS Tebo 2025, Diduga Cair 100 Persen Meski Belum Tuntas

Sabtu, 21 Februari 2026 - 13:53:51 WIB - Dibaca: 651 kali

RSUD STS TEBO
RSUD STS TEBO (jambiekspres.com)

JAMBIPRIMA.COM,. TEBO - Aktivis di Kabupaten Tebo menyoroti pelaksanaan sejumlah proyek pengadaan barang melalui sistem E-Katalog bernilai miliaran rupiah di RSUD Sultan Thaha Saifuddin (STS) Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2025.
Sorotan muncul setelah ditemukan beberapa paket pengadaan yang bersumber dari APBD dan APBD Perubahan 2025 dengan total pagu mencapai Rp24,82 miliar diduga belum rampung hingga Februari 2026. Namun, anggaran untuk paket-paket tersebut disebut telah dicairkan 100 persen kepada pihak penyedia atau rekanan.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 259 paket pengadaan melalui sistem E-Katalog 5.0 di RSUD STS Tebo. Meski demikian, pada sistem masih terpantau sejumlah paket bernilai besar yang berstatus proses kontrak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), padahal tahun anggaran telah berakhir.
Aktivis dan pegiat antikorupsi Kabupaten Tebo, Jay Saragih, mengaku prihatin atas kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa pengadaan barang pemerintah harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk penyelesaian pekerjaan sebelum dilakukan pembayaran penuh.
“Kami mencurigai adanya kejanggalan. Tahun anggaran sudah lewat, tapi masih proses kontrak PPK. Jika benar sudah dicairkan 100 persen, ini harus dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan,” ujar Jay Saragih, Sabtu (21/2/2026).
Jay juga mempertanyakan kejelasan Berita Acara Serah Terima (BAST) barang. Menurutnya, dalam sistem E-Katalog LKPP, paket-paket tersebut masih berstatus proses dan belum terealisasi sepenuhnya.
“Ada apa dengan Pokja RSUD? Publik perlu tahu kapan dan tanggal berapa BAST dilakukan jika memang pekerjaan sudah selesai,” tegasnya.
Adapun paket pengadaan yang disorot antara lain:
Pengadaan Sistem Kamera Laparoskopi senilai Rp2.204.309.379 (RUP 55902018) melalui E-Katalog APBD oleh PT B. Braun Medical Indonesia — status masih proses kontrak PPK.
Pengadaan Barang Pelaksana PPK senilai Rp1.208.550.000 (RUP 54143090) melalui E-Katalog APBD oleh Garda Kosong Lima — status masih proses kontrak PPK.
Pengadaan Carescape R860 Discovery senilai Rp1.844.000.000 (RUP 55902015) melalui E-Katalog APBD oleh GE Operations Indonesia — status masih proses kontrak PPK.
Pengadaan MEGAL Electric Bed 4 Motor with Scale senilai Rp293.000.000 melalui E-Katalog APBD oleh PT Megah Alkesindo — status masih proses kontrak PPK.
Jay menilai kondisi ini berpotensi melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah apabila benar terjadi pencairan tanpa penyelesaian pekerjaan sesuai ketentuan.
Ia pun meminta Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta aparat penegak hukum untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh paket pengadaan E-Katalog RSUD STS Tebo Tahun 2025.
“Kami mendorong audit investigatif agar persoalan ini terang benderang dan tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD STS Kabupaten Tebo, dr. Octavienni, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa seluruh paket pengadaan tersebut telah selesai.
“Sudah selesai semua, PPK tinggal upload ke sistem. Terima kasih,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Namun ketika ditanya lebih lanjut mengenai waktu penyelesaian pekerjaan dan tanggal Berita Acara Serah Terima (BAST), pihak direktur belum memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan. (ARD)

 

 

 #Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #Tebo #Jambi #DPRD #BupatiTebo 





BERITA BERIKUTNYA