Meski Timur Tengah Memanas, 201 JCH Tebo Dipastikan Berangkat Haji 2026

Rabu, 25 Maret 2026 - 18:52:39 WIB - Dibaca: 112 kali

Ilustrasi
Ilustrasi (www.istockphoto.com)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO — Di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang tengah memanas akibat konflik, keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dipastikan tetap berjalan sesuai rencana.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tebo, Darmawi, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pembatalan keberangkatan jamaah haji, baik dari Tebo maupun secara nasional.

“Alhamdulillah, sampai sekarang belum ada informasi pembatalan. InsyaAllah jamaah kita tetap berangkat tahun ini,” ujar Darmawi saat ditemui di kantornya, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, total Jamaah Calon Haji asal Kabupaten Tebo yang akan berangkat tahun ini berjumlah 201 orang. Mereka akan tergabung dalam beberapa kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 20, 22, dan 24.

Menurutnya, kepastian keberangkatan ini juga diperkuat oleh pernyataan dari Wakil Menteri Haji yang menegaskan bahwa jamaah haji Indonesia tetap diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah, meskipun situasi di Timur Tengah tengah bergejolak.

“Walaupun ada konflik, pemerintah sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Jadi jamaah tidak perlu khawatir, keberangkatan tetap berjalan,” jelasnya.

Darmawi juga mengungkapkan bahwa awalnya jumlah JCH Tebo sebanyak 198 orang. Namun, terdapat tambahan lima orang jamaah. Dari jumlah tersebut, hanya tiga orang yang akhirnya bisa diberangkatkan karena dua lainnya merupakan pasangan suami istri yang terpisah kloter dan memilih menunda keberangkatan.

“Dua orang itu pasangan suami istri, tapi terpisah kloter, satu di Kloter 20 dan satu lagi di Kloter 19. Mereka keberatan, jadi tidak jadi berangkat tahun ini,” katanya.

Sementara itu, tiga jamaah tambahan lainnya telah dipastikan masuk dalam daftar keberangkatan. Dua orang tergabung di Kloter 24, dan satu orang di Kloter 20.

Menariknya, untuk Kloter 20, hanya terdapat satu orang jamaah asal Kabupaten Tebo, yakni seorang laki-laki dari Kecamatan Tebo Tengah. Meski berangkat sendiri tanpa rombongan dari daerah yang sama, ia tetap akan mendapatkan pendampingan dari petugas Kemenhaj serta diantar langsung oleh pihak keluarga.

“Walaupun sendiri, tetap kita dampingi. Petugas akan memastikan jamaah tersebut mendapatkan pelayanan yang maksimal,” tegas Darmawi.

Selain itu, Darmawi juga menyampaikan data jamaah berdasarkan usia. Untuk musim haji tahun ini, jamaah tertua berasal dari Kecamatan Rimbo Bujang atas nama Sumini yang berusia 90 tahun. Sementara jamaah termuda adalah Suci Gina Aurelia, berusia 14 tahun, berasal dari Kecamatan Tebo Tengah.

Ia berharap seluruh jamaah dapat mempersiapkan diri dengan baik, baik dari segi kesehatan maupun kesiapan mental dan spiritual, agar dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk.

“Semoga seluruh jamaah kita diberikan kesehatan, kemudahan, dan menjadi haji yang mabrur,” tutupnya. (Ahmad)





BERITA BERIKUTNYA